Menanti Padang Bebas Sampah

Menanti Padang Bebas Sampah

Wartawan : Redaksi – Editor : Elsy – 02 January 2015 14:06 WIB
Sampah memang masalah. Mengatasi masalah sampah, Pemko Padang pun berbenah. Perda Pengelolaan Sampah telah disahkan. Mulai berlaku usai terompet tahun baru ditiup Kamis (1/1) kemarin.
Sosialisasi sudah dilakukan jauh-jauh hari. Petugas dan fasilitas telah disiapkan. Tak heran, Pemko Padang optimistis terlaksana dan dipatuhi warga.

Tapi apa hendak dikata. Pas pagi hari habis perayaan tahun baru, sampah masih bertebaran di mana-mana. Pantai Padang berubah jadi lautan sampah. Pedagang yang sudah diperingatkan pun mengabaikan.
Padahal sanksi tak mematuhi Perda Sampah ini cukup menciutkan nyali. Barang siapa yang membuang sampah sembarangan akan didenda Rp 5 juta atau tiga bulan kurungan. Ini tidak main-main. Tapi kenapa dianggap angin lalu saja?
Mungkinkah karena warga kota tak tahu aturan itu atau hanya mengira gertakan sambal saja? Tidak itu saja, awak angkot yang diperintahkan menyediakan tong sampah di angkotnya juga belum banyak yang merespons.
Beragam alasan dikemukakan. Padahal sanksi denda juga sudah disiapkan. Lantas apa susahnya sih? Jika kota bersih dan nyaman kan kita juga yang merasa tenteram.
Nah, kalau kena denda, siapa juga yang rugi. Terbayang gak, hanya membuang gelas plastik bekas minuman seharga Rp 1.000 kena denda Rp 5 juta?
Budaya cuek dan tak peduli lingkungan sepertinya telah berurat berakar pada jiwa orang sekarang. Ditambah lagi ketidakpatuhan pada aturan yang dianggap mandul. Angek-angek tahi ayam. Hingga tak heran persoalan serius dianggap sepele oleh warga.
Salah satu contoh, susahnya aparat menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Raya. Padahal petugas ada di lokasi, tapi pedagang tetap beraksi.
Meski begitu, kita tetap optimis Perda Sampah akan berhasil. Padang pernah menerapkan ini dulunya dan berhasil. Warga kota waktu itu bisa patuh dan Padang pun jadi Kota Bersih sehingga jadi langganan meraih Piala Adipura.
Kuncinya butuh keseriusan dan konsistensi petugas penegak perda ini. Warga juga butuh sosok pemimpin yang mampu memberi teladan. Sosok yang selalu ada di sekitar warga saat susah maupun senang.
Warga pun harus sadar bahaya sampah yang tak bisa dianggap enteng. Jika tiap individu mengemasi sampahnya sendiri, dipastikan sampah tak lagi jadi masalah.
Momen tahun baru adalah waktu yang tepat untuk berubah. Mari kita jelang Padang kota bersih dan bebas sampah. (*)
http://www.koran.padek.co/read/detail/15792

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: