Satu Tewas, Bukittinggi-Agam Putus

Satu Tewas, Bukittinggi-Agam Putus

Wartawan : Tim Padang Ekspres – Editor : Elsy – 14 November 2014 14:06 WIB

Hujan Picu Longsor dan Banjir, Ratusan Warga Diungsikan
Hujan lebat yang mengguyur sejumlah daerah sejak Rabu (12/11) malam hingga kemarin (13/11), memicu banjir dan longsor di beberapa kawasan. Seorang dilaporkan tewas, satu kendaraan terseret arus sungai dan ratusan rumah terendam banjir.

Banjir dan longsor paling parah terjadi di Nagari Koto Kaciak Lungguak Batu dan Kumpulan, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.
Puluhan rumah dilaporkan terendam banjir, sedangkan ratusan warga (60 kepala keluarga, red) terpaksa mengungsi ke masjid.
Hingga berita ini, diturunkan Kamis (13/11) malam, banjir masih belum surut. Polres Pasaman mengaku menurunkan dua unit mobil Dalmas untuk mengangkut para pengungsi.
Dta yang didapat Padang Ekspres, korban tewas diketahui bernama Nurbaiti, 53, warga Lungguak Batu. Korban terbawa arus sungai, dan jasadnya berhasil ditemukan tim penanggulangan bencana.
Banjir dipicu meluapnya Batang Kumpulan dan naik ke pemukiman warga setinggi satu setengah meter. Selain merendam puluhan rumah di Kecamatan Bonjol, banjir juga mengakibatkan satu unit kendaraan roda empat terseret arus sungai dan belum dievakuasi.
Selain itu, juga dilaporkan terjadi longsor di kawasan Malampah, Kecamatan Tigonagari.
Camat Bonjol, Akhsan, kepada wartawan menyebutkan, sampai pukul 22.00 tadi malam, hujan masih turun dan banjir belum surut. “Warga sudah berjaga-jaga, dan mewaspadai banjir susulan. Selain itu, warga juga diminta siaga,” ujarnya. Kawasan rawan banjir dan longsor ini, dihuni 350 KK dengan total penduduk 1.800 jiwa.
Akhsan belum bisa menghitung kerugian akibat banjir bercampur material batu, tanah, dan kayu itu. Begitu juga rumah hanyut, ternak atau korban jiwa lainnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Nasir ketika dihubungi Padang Ekspres, tidak mengaktifkan nomor handphone-nya. Beberapa panggilan yang dilayangkan Padang Ekspres, tidak bisa tersambung. Sedangkan Kabid Kedaruratan dan Logistik Elvi Wardi pun, juga tidak bisa dihubungi.
Wakapolres Pasaman Kompol Sihana, mengatakan, personel Polres Pasaman dan dua unit mobil dalmas telah diturunkan ke lokasi banjir dan longsor. “Banjir dan tanah longsor terjadi menjelang Maghrib, atau sekitar pukul 18.30. Awalnya air Batang Kumpulan tidak terlalu besar, namun saat kejadian debit mendadak tinggi dan langsung mengenai rumah warga,” ujar Kompol Sihana.
Bukit yang mengalami longsor tersebut, tambahnya, adalah Bukit Bangku. “Kejadian ini mengakibatkan sekitar 20 rumah mengalami kerusakan sangat parah. Beberapa unit rumah terbawa arus sungai, termasuk warung dan juga tempat ibadah,” terang Kompol Sihana.
Untuk mengamankan lokasi, pihak kepolisian setempat menerjunkan 35 orang personel dibantu pihak Satpol PP. “Warga terpaksa diungsikan sementara ke Masjid Nurul Iman, berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian,” jelasnya.
Agam-Bukittinggi Putus
Longsor juga terjadi di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Di daerah ini, terdapat dua titik longsor masing-masing di kawasan Pantapauh, tepatnya di perbatasan Kecamatan Matur dengan Kecamatan IV Koto. Kemudian, titik kedua terjadi di Batubaselo Kecamatan Matur.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, longsor terjadi Kamis dini hari sekitar pukul 03.00. Tumpukan material longsor setinggi 2,5 meter dan panjang 20 meter itu, membuat akses jalan Matur-Bukittinggi putus total hingga 9 jam. Sedangkan titik longsor kedua di Batubaselo lebih kecil, dan tidak sampai mengganggu pengguna jalan.
Pantauan Padang Ekspres, dua unit alat berat membersihkan bekas material longsor di Pantapauh. Sejumlah kendaraan, terlihat bergantian melewati titik bekas longsor dengan pengaturan dari petugas kepolisian dari Polres Agam dan Polresta Bukittinggi.
Kabid Kesiapsiagaan dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rinaldi mengatakan, arus lalu lintas putus total sampai pukul 11.45. Kendaraan roda empat baru bisa lewat setelah dua uni alat berat membersihkan bekas material longsor.
”Karena hujan sangat lebat sejak malam hingga subuh, kita baru bisa operasional paginya. Sebab, kita juga masih menunggu alat berat dari provinsi dan PU Agam untuk membersihkan bekas longsor,” kata Rinaldi, kemarin.
Sedangkan di Batubaselo, bekas material longsor dibersihkan masyarakat dengan cara bergotong royong. “Jalan ini merupakan jalan kampung. Jadi aktivitas lalu lintas di sini tidak ada, kecuali digunakan masyarakat yang pergi ke kebun,” jelasnya.
Ini merupakan longsor yang kedua kalinya terjadi selama bulan November. Sebelumnya, Rabu (5/11) satu unit rumah di Jorong Batangpiarau Nagari Kampungpinang Kecamatan Lubukbasung tertimbun longsor. Beruntung, penghuni rumah selamat dalam peristiwa di pagi buta itu.
50 Ha Lahan Terendam
Di Pasaman Barat (Pasbar), hujan lebat mengakibatkan 50 hektare lebih lahan pertanian terencam banjir di Kenagarian Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie. “Banjir dipicu oleh meluapnya Batang Pasaman dan Batang Kapa. Kejadian ini sudah terjadi beberapa hari belakangan ini,” kata Wali Nagari Sasak Ranah Pasisie, Arman, melalui via selulernya, Kamis (13/11).
Kawasan paling parah terkena banjir, sebut Arman, terdapat di Jorong Rantaupanjang dan Jorong Padanglaban. Biarpun begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir kali ini. Pasalnya, kawasan banjir jauh dari pemukiman warga. Masyarakat setempat, mengharapkan bantuan pemerintah.
Sementara, Kepala BPBD Pemkab Pasbar, Asgiarman menyiapkan bahwa pihaknya akan menyiagakan petugas di daerah-daerah rawan banjir. “Ya, daerah banjir itu memang rawan banjir. Kalau hujan terus-menerus datang, lokasi itu akan dilanda banjir kiriman dari Batangkapa dan Batangsaman,” katanya.
Petakan Kawasan Banjir
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang sudah memetakan daerah rawan bencana, khususnya banjir dan longsor. Kawasan rawan bencana itu, terdiri dari Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Lubukbegalung, Padang Barat, Lubukilangan, Pauh dan Kototangah.
“Daerah rawan bencana ini kita tetapkan berdasarkan letak geografis dan pemetaan berdasarkan bencana,” terang Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Padang, Hendri. Masyarakat setempat, diminta waspada dengan menyiapkan langkah antisipastif.
Terpisah, pengamat daerah aliran sungai asal Unand Isril Berd mengatakan, berulangnya terjadi banjir akibat kapasitas drainase dan sungai semakin berkurang. Dia meminta pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap sistem dreinase.
Di Padang sendiri, tadi malam banjir merendam 42 rumah di Perumahan Griya Kubu Tama Mandiri RT 03 RW 01 Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Banjir sendiri dipicu meluapnya Batang Kuranji.
Akibat genangan air yang mencapai 1,5 meter itu, 42 Kepala Keluarga atau lebih kurang 216 orang terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman. Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, air mulai naik sekitar pukul 18.30. Warga yang sudah siap siaga sebelumnya, langsung menyelamatkan barang-barangnya ke tempat lebih aman.
Kepala BPBD-PK Kota Padang, Dedi Henidal mengakui bahwa kawasan paling parah terkena banjir di Perumahan Griya Kubu Tama Mandiri. “Kita dapat laporan bahwa di kawasan Batu Busuk air sudah mencapai bibir rumah warga, di Lambung Bukit air pun sudah hampir mencapai jembatan Gunung Nago. Namun, yang paling parah adalah kawasan perumahan ini (Perumahan Griya Kubu Tama Mandiri, red),” ungkapnya.
Ibrahim, 53, salah seorang warga Batubusuk mengatakan, hingga pukul 19.30 tadi malam, debit air hanya berjarak setengah meter dari pesawahan milik warga. Sementara, Mawi, 57, tokoh masyarakat Batubusuk mengatakan bahwa, tadi malam warga di dekat sungai sempat mengungsi.
Warga Sijunjung Waswas
Longsor dan banjir juga terjadi di sejumlah kawasan di Kabupaten Sijunjung. Di Kenagarian Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, dua rumah dan belasan hektare sawah terendam banjir akibat meluapnya Batang Silukam. Sedangkan di Kenagarian Muaro Takung, banjir merendam 30 unit rumah.
Kenagarian Kamang, Kecamatan Kamangbaru, juga terendam banjir akibat meluapnya Batang Taloa. Di sini, beberapa rumah di Jorong Galoga dan Jorong Timpe IV Kamang Makmur. Tak ada kerugian berarti di kawasan ini, soalnya masyarakat setempat sudah terbiasa terkena banjir.
Berdasarkan data BPBD Sijunjung, hujan lebat juga memicu banjir di Kecamatan Sijunjung, Kecamatan Kamangbaru. Longsor ini juga sempat menutup akses warga di Pasar Lama Tanjunglolo.
Begitu juga longsor di Bukik Tandikek, Kenagarian Timbulun, Kecamatan Tanjunggadang, sempat menutup jalan kabupaten di Kenagarian Timbulun. “Namun longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkap Hardiwan, kepala BPBD Sijunjung.
Hujan lebat juga memicu meluapnya Batang Salibutan, Kecamatan Lubukalung. “Informasi yang kita terima sekitar pukul 22.03, debit air di Salibutan sudah mulai turun. Sebelumnya, air mencapai jalan,” terang Kepala BPBD Padang-Pariaman Amiruddin. (*)
http://www.koran.padek.co/read/detail/11430

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: