Proyek RSP Unand Picu Banjir

Proyek RSP Unand Picu Banjir
padekco-iB6MF
Wartawan : Tim Padang Ekspres – Editor : Elsy – 14 November 2014 12:50 WIB

Jalan Rusak, Air Lumpur Merembes ke Rumah
Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unand di Limaumanih, Kecamatan Pauh, menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Sejak RSP tersebut dibangun, Kompleks Perumahan Dosen Unand menjadi langganan banjir.
Pembangunan jalan menuju RSP Unand yang dibiayai Islamic Development Bank (IDB) itu, mendatangkan keresahan bagi warga Perumdos Unand. Bagaimana tidak, jalan utama keluar-masuk kompleks ditutup. Bila hujan, saluran air langsung meluap karena daerah resapan air dijadikan jalan kendaraan proyek.

Mobilitas truk pengangkut material yang keluar masuk lokasi proyek, membuat jalan rusak dan becek. Selama musim hujan sebulan terakhir ini, air bah merembes dari lokasi proyek ke perumahan warga.
Pantauan Padang Ekspres di lokasi proyek RSP Unand dalam seminggu terakhir, kondisi jalan kompleks perumahan warga yang dilalui truk pembawa material proyek, rusak parah. Pagar rumah menguning akibat air lumpur yang merembes dari lokasi proyek saat hujan.
Bila hujan, permukiman warga dan Kompleks Perumdos Unand berubah bak kolam. Air lumpur meluap dari sela-sela pagar besi lokasi proyek hingga menggenangi rumah warga di RT 3 RW 7 Kelurahan Limaumanih.
Sejak jalan menuju perkampungan penduduk setempat ditutup karena sedang perbaikan, maka satu-satunya akses warga setempat melewati jalan kompleks Perumdos. Kini, kondisi jalan kompleks tersebut berlumpur dan berlubang akibat dilintasi puluhan truk bermuatan berat.
“Kami sudah menyampaikan keresahan kami ini pada Rektor Unand dan jajarannya, tapi tidak digubris,” ucap seorang penghuni Perumdos yang tak mau namanya ditulis.
Warga setempat hanya bungkam atas kondisi tersebut karena takut diintimidasi petinggi Unand. Maklum, mereka yang terkena dampak langsung pembangunan RSP Unand itu, umumnya pegawai Unand.
Rektor Unand bukannya tidak tahu dengan keluhan warga sekitar proyek RSP. Menurut warga setempat, Rektor sendiri sudah beberapa kali turun ke Perumdos melihat kondisi warga yang terdampak proyek RSP.
R, 38, salah seorang warga RT 3 RW 7, menduga pembangunan RSP belum dilengkapi dokumen amdal yang baik sehingga berdampak pada lingkungan sekitar. Air berlumpur yang merembes dari lokasi proyek, masuk ke Batang Limaumanih sehingga mencemari sungai.
“Truk pengangkut material tiap sebentar lalu lalang di sini sehingga jalan rusak dan lanyah. Lihat saja tanah di lokasi proyek itu, sudah membentuk aliran air hingga ke rumah warga,” ujarnya.
Senada disampaikan Q, 44, menyebut Kompleks Perumdos bak kolam besar bila hujan tiba. Sebab, semua saluran drainase tertutup lumpur proyek rumah sakit sehingga meluap. “Kondisi itu rawan longsor,” ungkapnya.
Warga lainnya berinisial I, 47, mengatakan, sejak pembangunan RSP dimulai, Perumdos selalu banjir setiap hujan turun. “Kalau hujan, genangan air setinggi selutut orang dewasa. Air berlumpur masuk ke rumah kami,” akunya.
T, 43, warga lainnya, mengaku sudah sering mengeluhkan hal tersebut kepada pimpinan proyek agar aliran limbah pembangunan tidak diarahkan ke permukiman warga, namun tidak digubris. “Lima buah kolam ikan saya sudah tertutup aliran lumpur limbah proyek, sehingga tidak bisa diisi ikan lagi,” ujar S, 38, pemilik kolam ikan.
Ketua RT 3 RW 7, Hari Effendi Iskandar ketika dikonfirmasi, mengatakan tidak semua rumah terkena dampak pembangunan RSP karena berada di ketinggian. Di Kompleks Perumdoz, ada 40 kepala keluarga.
Sementara Lurah Limaumanih, Adriman, beralasan hingga kini belum menerima laporan warga terkait dampak pembangunan RSP itu. “Sepengetahuan kami yang terkena dampak proyek RSP, hanya lokasi yang sudah dibebaskan pihak kampus, yaitu wilayah RT 3 RW 7. Itu lingkungan kompleks atau wilayah yang sudah dibebaskan pihak kampus. Sebelum RSP ini dibangun, Batang Limaumanih ini sudah keruh juga kalau hujan,” katanya.
“Semua prosedur sudah disosialisasikan ke masyarakat, cuma kompensasi untuk anak nagari belum ada informasi ke pihak kelurahan. Kompensasi bisa saja berbentuk peluang kerja sesuai kondisi dan skill anak nagari,” sebutnya. (*)
http://www.koran.padek.co/read/detail/11413

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: