Lagi, Kabut Asap Selimuti Bukittinggi

Lagi, Kabut Asap Selimuti Bukittinggi

Wartawan : Edison Janis – Padang Ekspres – Editor : Elsy – 06 November 2014 12:16 WIB
Jarak Pandang 500 M Pagi Hari
Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap kembali menyelimuti Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Kabut asap yang diduga kiriman kebakaran hutan dari Sumatera Selatan (Sumsel) akan menipis saat hujan turun. Namun, kembali pekat ketika hujan tidak turun.

Pengamatan Padang Ekspres di lapangan, kabut asap yang semula cukup menganggu aktivitas masyarakat sempat menipis beberapa hari terakhir, seiring kerapnya turun hujan di Kota Bukittinggi sekitarnya. Menipisnya kabut asap ini, sempat disambut positif masyarakat. Namun beberapa hari belakangan, kabut asap kembali memekat.
Seiring hilang timbulnya kabut asap, beberapa masyarakat terlihat memakai masker saat keluar rumah, dan ada pula yang mengacuhkannya. Begitu juga pengendara kendaraan bermotor, ada yang menghidupkan lampu dan tidak saat pagi hari. Padahal, jarak pandang hanya sekitar 500 meter pagi hari dan sekitar satu kilometer siang hari.
Afriani, 34, salah seorang warga Bukittinggi, mengaku sangat terganggu dengan kondisi kabut asap. ”Akibat kabut asap, saya mengalami gangguan tenggorokan dan sakit mata sewaktu berkendaraan saat menuju tempat bekerja. Keadaan ini telah dirasakan sejak satu minggu belakangan,” katanya.
Terpisah, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumbar, Uslaini mengatakan, permasalahan kabut asap merupakan cerminan dari buruknya tata kelola lahan di Indonesia. Pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, diharapkan melakukan evaluasi terhadap pemberian izin pada perusahaan-perusahaan yang berbasis lahan, terutama perkebunan.
Akibat luasnya lahan konsesi, menurutnya, tidak tertutup kemungkinan perusahaan lalai melakukan pengawasan. Kemudian, tidak jarang pula perusahaan-perusahaan berbasis lahan melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.
”Pemerintah mesti melakukan penanganan serius guna mengatasi kabut asap yang melanda pulau Sumatera. Selain telah berdampak pada kesehatan manusia, juga berdampak kepada seluruh transportasi darat, udara dan laut,” katanya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Eli Usman mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintahan provinsi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di kabupaten/kota untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan. Di samping itu, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah guna mengurangi dampak buruk dari kabut asap. ”Bagi pengguna jalan raya agar selalu berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dalam berkendaraan, serta menghidupkan lampu kendaraan di siang hari,” harapnya. (*)
http://www.koran.padek.co/read/detail/10533

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: