Badan Publik Menghambat Informasi Terancam Pidana

Badan Publik Menghambat Informasi Terancam Pidana
Posted by Rakyat Aceh on June 14, 2014 in CATATAN PIMRED | 0 Comment
Link: http://rakyataceh.co/2014/06/badan-publik-menghambat-informasi-terancam-pidana/
Berdasarkan UU No.14 2008, setiap badan publik wajib memberikan informasi kepada publik, terbuka dan transparansi. Sehingga jika ada badan publik baik pemerintah maupun swasta yang sengaja menghambat informasi yang harus disiarkan ke public bisa diancam pidana. Demikian menurut Abdul Hamid Dipo Pramono Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Selasa (19/11) dalam seminar ‘Ayo Transparan Rancak terbuka Sajo’ di Padang.

Didalam acara gawean JPIP bekerjasama dengan USAID ini, saat ini Indonesia sudah sangat terbuka. Karena keterbukaan ini sudah diatur didalam UU no 14 2008, tentang keterbukaan public. Kalau dahulu semua informasi tertutup. Namun, setelah munculnya UU ini semua sudah terbuka.“Jadi sekarang badan public yang segaja menghambat informasi terancam Pidana. Termasuk tata ruang kota dan rencana kota harus diketahui Publik,”ungkapnya seraya menjelaskan kalau Informasi public itu adalah sesuatu yang disimpan dikelola dan diterima oleh badan baik penyelenggara Negara maupun swasta.
Jadi pernah ada satu kasus, seorang dinas Pajak dipecat karena memberikan informasi kepada warga. Lalu pegawai tadi melaporkan ke KIP. “kemudian kita panggil Direktorat Pajaknya dan kita sidangkan,”papar Dipo.
Pernah juga satu kasus mahasiswa tidak lulus di UGM, kemudian dia menggugat ke KIP.”lalu kita sidangkan. Ternyata mahasiswa ini berada di rangking bawah,”imbuh dipo.
Sementara Ketua Ombusmen Sumbar Yunafi mengungkapkan Ombusmen tugasnya menyelesaikan kasus Maladministrasi. “Jika terjadi penyelewengan administrasi misalnya pengurusan KTP, SIM atau akte kelahiran. Yang seharusnya tidak pakai uang malah diminta uang, nah itu yang harus kita selesaikan,”ungkapnya didampingi Emma Yohana DPD RI Padang.Ombusmen memang melakukan tugas untuk mengumumkan dan memberitahu ke public untuk dikonsumsi. “Makanya setiap ada laporan kepada ombudsmen kita pasti akan mempublikasikannya. Makanya sekarang setiap lembaga Negara ada yang saling cemburu. Padahal sesama lembaga Negara,”ungkap pria berkepala plontos ini.
Selain itu, kata Yunafi, orang banyak yang tidak suka diawasi. Makanya Ombusmen sering menerima telepon dari pejabat Negara agar Ombusmen jangan terlalu terbuka. “Jadi banyak pejabat yang tidak suka buka-bukaan jika ada masalah,”jelasnya.Sedangkan menurut Taslim anggota DPR RI Komisi III, transparansi memang diharuskan di negara ini karena memang sudah diatur didalam Undang-undang dasar 1945. “Nah, di DPR sangat transparan karena kita tidak bisa ngomong sembunyi-sembunyi. Di toilet saja kita ngomong bisa bocor kemana-mana,”papar Taslim disambut tawa oleh peserta seminar.
Sementara pemerintah belum bisa menjalankan azas transparan itu, karena APBD atau peraturan daerah saja sering disembunyi-sembunyikan. “Kalau bisa APBD itu hanya diketahui oleh internal Pemda saja. Mungkin pemerintah takut kalau APBD dikritisi oleh masyarakat atau media massa,”paparnya.
Banyak Pengadilan Lambat Mengakses Putusan Hakim
Menurut Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki, didalam Seminar “Ayo Transparan Rancak Terbuka Sajo’ di Padang, Selasa (19/11), secara harpiah mandat KY itu hanya rekrutmen Hakim Agung. UU 22 2004 di ubah menjadi UU 18 2011, menyentuh aspek yang lebih luas. Di dalam UU KY diminta untuk mendorong MA untuk bisa lebih berlaku adil.
Masyarakat sukar untuk mengakses putusan hakim. Mengapa ini penting? Karena ini merupakan hak hukum untuk masyarakat dalam melakukan upaya hukum. Banyak pengadilan yang terlambat mengakses putusan hakim sehingga merugikan masyarakat.
“Karena dengan mengakses putusan hakim, kita bisa mengetahui siapa saja hakim yang memberikan putusan yang tidak adil. Sehingga masyarakat dan pengacara bisa melakukan upaya banding dengan cepat,”paparnya. (*)
__._,_.___
________________________________________
Posted by: TM Zoel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: