7 Penambang Cina Diserahkan ke Imigrasi

7 Penambang Cina Diserahkan ke Imigrasi

Senin, 25 Agustus 2014 02:51

http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/33686-7-penambang-cina-diserahkan-ke-imigrasi-

Sebulan bekerja tanpa izin, Polres Solsel akhirnya menyerahkan tujuh penambang asal Cina ke Dinsosnakertrans Solsel untuk diserahkan lebih lanjut ke Imigrasi Padang.
SOLSEL, HALUAN — Empat penambang emas asal Cina yang kabur ke Padang usai razia penerti¬ban tambang ilegal di Solsel, Kamis (21/8) lalu, dibawa oleh calo pengurus visa mereka ke Mapolres Solsel pada Sabtu (23/8) pukul 02.00 WIB.

Sebelumnya, pada razia itu ditangkap tujuh penambang asal Cina. Namun yang bisa dibawa ke Mapolres pada hari itu hanya tiga orang. Sedangkan empat orang lagi tak bisa diangkut bersamaan dengan rekan mereka, karena mobil polisi penuh.
Polisi memercayakan kepada pengawal penambang Cina itu, seorang warga Sangir berinisial D. Namun, D tak menepati janjinya. Polisi akhirnya geram dan mengan¬cam D. D ketakutan lalu menyuruh rekannya mengantarkan empat penambang itu ke Mapolres.
Tujuh penambang emas ilegal itu adalah Song Kui (31), Hu Cong (29), Chen Xiahong (28), Liu Jian (31), Liu Renfei (45), Chen Shanfeng (50), dan Pang Weisheng (56).
Setelah tujuh penambang Cina itu terkumpul di Mapolres, mereka lalu diinterogasi aparat melalui Sat Intelkam dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trans¬mi¬grasi (Dinsosnakertrans) Solsel.
Mereka diinterogasi menggu¬nakan bantuan seorang penerje¬mah bernama Sandro. Masalah¬nya, tak seorang pun dari tujuh pekerja itu bisa berbahasa Inggris.
Kasi Perlindungan Tenaga Kerja Dinsosnakertran Solsel, Nurasidin mengatakan, dari hasil interogasi, ditemukan fakta bahwa tujuh pekerja asing itu hanya memiliki visa kunjungan. Sedang¬kan untuk bekerja, mereka harus memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Artinya, mereka merupakan pekerja ilegal. Dari tujuh orang itu pun, hanya tiga yang meme¬gang pasport di tangan mereka, sedangkan yang empat lagi tak ada. Mereka berkilah bahwa visa mereka sedang diperpanjang. Visa tiga orang itu masih berlaku hingga September dan yang empat lagi sudah habis masa berlakunya Juni lalu.
Selain tujuh pekerja itu, Mapolres Solsel dan Dinsos¬nakertrans juga menginterogasi calo yang bertugas memper¬panjang visa mereka. Calo itu bernama Andika Gustriadi (31). Dia datang dari Jakarta. Dia diinterogasi untuk mencari tahu siapa pembawa tujuh pekerja asing itu. Menurut Nurasidin, yang bisa memasukkan tenaga kerja asing ke Indonesia adalah perusahaan berbadan hukum. Sedangkan perseorangan tak berhak melakukan itu.
Andika, saat dicerca belasan pertanyaan oleh Dinsosnakertrans mengatakan, ia merupakan agen yang bertanggung jawab untuk memperpanjang visa kunjungan tujuh orang itu. Ia mengung-kapkan, yang membuat visa untuk mereka adalah Mr Jacky.
Andika mengaku belum per¬nah bertemu dengan Mr Jacky ketika ditanya Nurasidin apakah ia mengenal dengan baik Mr. Jacky. “Untuk mengurus perpan¬jangan visa, kami hanya berko-munikasi melalui handphone,” katanya.
Ia juga mengaku tak tahu ketika ditanya mengapa tujuh orang itu bisa masuk ke Solsel dan apakah ia memiliki kenalan di Padang atau di Solsel untuk memasukkan tujuh pekerja itu. Ia terus bersikeras mengatakan bahwa dirinya hanya calo untuk perpanjangan visa.
Nurasidin mengatakan bahwa pasti ada pembawa tujuh Cina itu untuk masuk ke Solsel, karena tak mungkin mereka tahu langsung dari Cina ke Solsel. Namun, dari hasil intero¬gasi itu, belum juga diketahui siapa pembawa mereka.
Walau tujuh pekerja itu sudah bekerja di Solsel selama sebulan tanpa IMTA, namun menurut Nurasidin mereka tak bisa dihukum. Yang bisa dihukum adalah pembawa mereka bekerja, yang sedang dicari siapa orang¬nya. Sesuai dengan ketentuan IMTA yang mengacu ke Pasal 42 ayat 1, pembawa kerja itu terancam sanksi kurungan 1 sampai 4 tahun dan denda Rp 100 juta sampai Rp 400 juta.
Hasil interogasi Polres Solsel hampir sama dengan hasil interogasi Dinsosnakertrans Solsel. Kapolres Solsel, AKBP Nanang Putu Wardianto melalui Kasat Intelk¬am, Iptu Nasirwan menam-bahkan, pihaknya menyerahkan tujuh pekerja asing itu ke Dinsosnakertrans untuk diserah¬kan lebih lanjut ke Imigrasi Padang. (h/dib)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: