Pemprov Riau Ingin Terlibat Kelola Tesso Nilo Ekbis

Pemprov Riau Ingin Terlibat Kelola Tesso Nilo
Ekbis

27 August 2014 11:20 – Muhammad Said

Pekanbaru, (Antarariau.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ingin terlibat langsung dalam mengelola kawasan hutan yang berada di Taman Nasional Tesso Nilo seluas 83.068 hektare yang sebagian besar lahannya telah dirambah dan beralih fungsi menjadi perkebunan sawit liar.

“Kita sebenarnya telah mengusulkan kepada Kementerian Kehutanan untuk terlibat langsung dalam mengelola kawasan Tesso Nilo, tapi belum ada tanggapan dari mereka sampai saat ini” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau Irwan Efendi di Pekanbaru, Rabu.

Menurutnya, kondisi Taman Nasional Tesso Nilo yang sebagian besar berada di Kabupaten Pelalawan dan sebagian kecil masuk wilayah Kabupaten Indragiri Hulu tidak menguntungkan bagi Riau karena telah porak-poranda yang dilakukan oknum aparat serta masyarakat setempat.

Bahkan sewaktu Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengunjungi Tesso Nilo tepatnya di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Pelalawan pada Selasa (5/8), pejabat negara itu terkejut karena menemukan sertikat tanah miliki masyarakat yang lokasinya berada di kawasan taman nasional.

“Atas temuan itu, menhut meminta pihak terkait untuk menuntaskan permasalahan tersebut supaya tidak berlarut-larut. Menhut meminta instansi terkait seperti kepolisian, kejaksaan dan badan pertanahan menuntaskan sertifikat tanah yang diduga banyak dikeluarkan,” katanya.

Seperti diketahui, awalnya luas Taman Nasional Teso Nilo sekitar 38.576 hektare berdasarkan SK Menhut No.255/Menhut-II/2004 dan kemudian diperluas menjadi 83.068 hektare dengan memasukan areal hutan produksi terbatas yang berada pada sisinya.

Kemenhut menunjuk organisasi nonpemerintah World Wildlife Fund (WWF) untuk mengelola secara kolaboratif bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Namun, analisis citra landsat tahun 2012 menunjukkan hutan alam di Taman Nasional Tesso Nilo sudah hilang 64 persen dan areal perluasan hutan telah hancur 83 persen.

Menhut Zulkifli Hasan saat berada di ruang Media Center Satgas Darurat Bencana Asap Riau di Lanud Roesmijn Nurjadin Pekanbaru mengatakan, pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan diminta untuk mengawasi Taman Nasional Tesso Nilo seperti seperti yang berada di Provinsi Lampung.

“Di Lampung itu, ada Artha Graha yang sudah berhasil melakukan konservasi harimau Sumatera. Nanti mereka yang akan tanggani Tesso Nilo,” ucap Zulkifli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: