Gubernur Gelar Coffee Morning dengan LSM Lingkungan

Gubernur Gelar Coffee Morning dengan LSM Lingkungan
Link: http://atjehpost.co/articles/read/9688/Gubernur-Gelar-Coffee-Morning-dengan-LSM-Lingkungan

Murdani Abdullah
20 August 2014 – 15:15 pm

“Saya kira kita perlu duduk (berdiskusi-red) berkali-kali tidak cukup hanya hari ini. Kedepan kita harus mengagendakan pertemuan rutin. Kita akan berdiskusi secara terbuka terkait isu-isu lingkungan terkini,” ujar Zaini Abdullah
GUBERNUR Aceh Zaini Abdullah menggelar coffee morning dengan para pegiat lingkungan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu 20 Agustus 2014.
Usai menyantap sarapan pagi, Gubernur Zaini Abdullah didampingi Ketua Tim Asistensi Gubernur Aceh, Zakaria Saman dan Asisten I Dr Iskandar A Ghani, serta beberapa Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), menggelar diskusi ringan yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan di ruang tamu pendopo Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut Doto Zaini mengajak para pegiat lingkungan untuk terus membantu mengingatkan Pemerintah Aceh dalam dalam hal penerapan kebijakan yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan.
“Saya kira kita perlu duduk (berdiskusi-red) berkali-kali tidak cukup hanya hari ini. Kedepan kita harus mengagendakan pertemuan rutin. Kita akan berdiskusi secara terbuka terkait isu-isu lingkungan terkini,” ujar Zaini Abdullah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Husaini Syamaun menjelaskan, berdasarkan arahan Gubernur Aceh, terkait dengan status Rawa Tripa, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.
“Kita sudah bersepakat, lahan Rawa Tripa yang masih berupa hutan akan terus dipertahankan untuk menjadi hutan. Sedangkan lahan yang rusak tentu saja akan kita rehabilitasi,” ujar Husaini Syamaun.
Sementara itu, terkait dengan isu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh, Abubakar Karim selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh menjelaskan, Tata Ruang merupakan aturan yang masih membutuhkan penyempurnaan.
“Selama ini kiGubernur Gelar Coffee Morning dengan LSM Lingkungan
Link: http://atjehpost.co/articles/read/9688/Gubernur-Gelar-Coffee-Morning-dengan-LSM-Lingkungan

Murdani Abdullah
20 August 2014 – 15:15 pm

“Saya kira kita perlu duduk (berdiskusi-red) berkali-kali tidak cukup hanya hari ini. Kedepan kita harus mengagendakan pertemuan rutin. Kita akan berdiskusi secara terbuka terkait isu-isu lingkungan terkini,” ujar Zaini Abdullah
GUBERNUR Aceh Zaini Abdullah menggelar coffee morning dengan para pegiat lingkungan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Pendopo Gubernur Aceh, Rabu 20 Agustus 2014.
Usai menyantap sarapan pagi, Gubernur Zaini Abdullah didampingi Ketua Tim Asistensi Gubernur Aceh, Zakaria Saman dan Asisten I Dr Iskandar A Ghani, serta beberapa Kepala Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), menggelar diskusi ringan yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan di ruang tamu pendopo Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut Doto Zaini mengajak para pegiat lingkungan untuk terus membantu mengingatkan Pemerintah Aceh dalam dalam hal penerapan kebijakan yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan.
“Saya kira kita perlu duduk (berdiskusi-red) berkali-kali tidak cukup hanya hari ini. Kedepan kita harus mengagendakan pertemuan rutin. Kita akan berdiskusi secara terbuka terkait isu-isu lingkungan terkini,” ujar Zaini Abdullah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Husaini Syamaun menjelaskan, berdasarkan arahan Gubernur Aceh, terkait dengan status Rawa Tripa, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.
“Kita sudah bersepakat, lahan Rawa Tripa yang masih berupa hutan akan terus dipertahankan untuk menjadi hutan. Sedangkan lahan yang rusak tentu saja akan kita rehabilitasi,” ujar Husaini Syamaun.
Sementara itu, terkait dengan isu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh, Abubakar Karim selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh menjelaskan, Tata Ruang merupakan aturan yang masih membutuhkan penyempurnaan.
“Selama ini kita selalu beranggapan seolah-olah, selesai RTRW maka selesailah semua. Padahal, tata ruang inikan baru di atas. Dalam perjalanannya nanti kita masih harus mengerjakan tata ruang kawasan. Apakah kawasan konservasi, kawasan lindung dan lain sebagainya.”
Abubakar juga menambahkan, pada tahap selanjutnya ada Rencana Detil Tata Ruang (RDTR). “Kenapa tidak pernah sampai ditahap ini, karena selama ini kita masih fokus di RTRW. Saya kira turunan-turunan ini yang perlu kita dorong terus karena bagaimana pun juga, kita harus mempunyai aturan yang jelas tentang tata ruang ini.”
Perwakilan dari LSM Unoe Itam, Effendy Isma menjelaskan, tentang fokus para pegiat LSM lingkungan untuk memperjuangkan hutan adat adalah untuk meminimalisir konflik di masa yang akan datang.
“Kenapa kami mengangkat isu tentang hutan adat atau masyarakat adat, karena dalam keputusan MK nomor 35 menjelaskan, bahwa hutan adat bukan merupakan hutan Negara. Konflik yang sering terjadi di Aceh adalah masalah territorial karena hutan masyarakat dianggap hutan Negara, maka disanalah asal muasal terjadinya konflik. Jadi, kenapa ini menjadi fokus kita, adalah karena jika ini tidak diakui maka kedepan akan terus berkonflik. Inilah alasan mengapa kita meminta ada hutan adat di dalam tata ruang Aceh, supaya terlihat jelas, inilah khas Aceh-nya,” ujar Effendy.
– See more at: http://atjehpost.co/articles/read/9688/Gubernur-Gelar-Coffee-Morning-dengan-LSM-Lingkungan#sthash.rooKwa5i.dpuf
__._,_.___
________________________________________
Posted by: TM Zoel

ta selalu beranggapan seolah-olah, selesai RTRW maka selesailah semua. Padahal, tata ruang inikan baru di atas. Dalam perjalanannya nanti kita masih harus mengerjakan tata ruang kawasan. Apakah kawasan konservasi, kawasan lindung dan lain sebagainya.”
Abubakar juga menambahkan, pada tahap selanjutnya ada Rencana Detil Tata Ruang (RDTR). “Kenapa tidak pernah sampai ditahap ini, karena selama ini kita masih fokus di RTRW. Saya kira turunan-turunan ini yang perlu kita dorong terus karena bagaimana pun juga, kita harus mempunyai aturan yang jelas tentang tata ruang ini.”
Perwakilan dari LSM Unoe Itam, Effendy Isma menjelaskan, tentang fokus para pegiat LSM lingkungan untuk memperjuangkan hutan adat adalah untuk meminimalisir konflik di masa yang akan datang.
“Kenapa kami mengangkat isu tentang hutan adat atau masyarakat adat, karena dalam keputusan MK nomor 35 menjelaskan, bahwa hutan adat bukan merupakan hutan Negara. Konflik yang sering terjadi di Aceh adalah masalah territorial karena hutan masyarakat dianggap hutan Negara, maka disanalah asal muasal terjadinya konflik. Jadi, kenapa ini menjadi fokus kita, adalah karena jika ini tidak diakui maka kedepan akan terus berkonflik. Inilah alasan mengapa kita meminta ada hutan adat di dalam tata ruang Aceh, supaya terlihat jelas, inilah khas Aceh-nya,” ujar Effendy.
– See more at: http://atjehpost.co/articles/read/9688/Gubernur-Gelar-Coffee-Morning-dengan-LSM-Lingkungan#sthash.rooKwa5i.dpuf
__._,_.___
________________________________________
Posted by: TM Zoel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: