Perusahaan Dituntut Penuhi Janji Bagi Hasil Masyarakat Ancam Tutup PT RAP

Perusahaan Dituntut Penuhi Janji Bagi Hasil
Masyarakat Ancam Tutup PT RAP
Senin, 12-05-2014 | 10:12 WIB | 314 klik
Padangaro, Padek—Warga Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) berunjuk rasa ke PT Ranah Andalas Plantation (RAP) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.Mereka mendesak perusahaan segera merealisasikan bagi hasil penjualan tandan buah segar yang menjadi hak masyarakat 40 persen.
Jika sampai akhir Mei tidak direalisasikan, masyarakat mengancam akan mengambil kembali tanah ulayat yang mereka berikan kepada perusahaan.

“Jika bagi hasil 40 persen tidak direalisasikan perusahaan paling lambat akhir Mei 2014, aktivitas PT RAP kami tutup. Biarlah kami mengelola lahan kami sendiri, dari pada kami jadi ayam yang mati di lumbung,” tegas Zulherman, tokoh masyarakat Jujuan kepada Padang Ekspres, usai demo di PT RAP, Sabtu (9/5).
Inparisal, salah seorang pemilik lahan mengatakan, pihak perusahaan tidak pernah terbuka kepada masyarakat pemilik lahan sejak masa panen TBS tahun 2010.
Sesuai akta notaris, katanya, bagi hasil ditetapkan 40 persen untuk pemilik lahan pada musim panen TBS dalam masa hak guna usaha (HGU) 30 tahun, tapi perusahaan mangkir merealisasikannya. Pemilik lahan lainnya, Harmaini mengatakan, perusahaan tidak serius dan tidak profesional mengelola perkebunan. Banyak lahan tidak ditanami, tidak dibersihkan, dan tak terbuka soal hasil penjualan TBS. ”Sebelumnya, kami menaruh harapan besar pada ninik mamak untuk mengurus ini. Namun, harapan tinggal harapan,” jelasnya.
Ketua KAN Nagari Bidar Alam R.Dt.Rangkayo Basa, membantah jika ninik mamak tidak memperjuangkan masyarakat. Dia mengklaim, niniak mamak sudah berkali-kali berkoordinasi dengan perusahaan. Bahkan hal tersebut juga dikonsultasikan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Padang.
“Kami sudah jenuh dengan janji-janji perusahaan. Kami sudah empat kali menyurati pihak terkait seperti Pemkab Solsel untuk dapat mencarikan solusi terbaik. Tapi tak kunjung ada tindak lanjutnya,” bebernya.
Manager Perusahaan PT RAP Yulfandri menyebutkan, tuntutan masyarakat pemilik lahan akan dipenuhi sesuai perjanjian dan kesepakatan dengan perwakilan masyarakat. Saat ini, katanya operasional PT RAP masih dalam tahap pembenahan kebun, untuk memaksimalkan hasil produksi TBS. (a)
http://www.padangekspres.co.id/berita/50952/masyarakat-ancam-tutup-pt-rap.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: