Lingkungan Hidup di Riau Dapat Rapor Merah

Lingkungan Hidup di Riau Dapat Rapor Merah
Selasa, 10 Juni 2014 02:03
PEKANBARU ,Haluan — Kondisi lingkungan hidup di Provinsi Riau, sangat memperihatinkan. Pasalnya, Provinsi Riau mendapat rapor”merah”, di tingkat nasional terkait kerusakan lingkungan hutan dan sungai.
Hal itu terungkap , dalam rapat dengar pen¬dapat antara Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau ber¬sama staf ahli bidang lingkungan hidup di ruang kerja Komisi C (9/6).

“Sungai di Riau beserta hutannya mendapatkan rapor merah, di tingkat nasional. Hutan kami, banyak yang beralih fungsi menjadi perkebunan. Sementara untuk sungai, sebagai perbandingan,tahun 50-an sungai besar seperti Rokan bisa dilewati kapal bertonase berat. Tapi sekarang tidak demikian,sebagian alur sungai tersebut kini mengalami pendangkalan. Feno-mena pendangkalan ini juga, terjadi pada sungai-sungai yang lainya”,kata staf ahli lingkungan hidup Husni Thamrin.
Terjadinya kebakaran hutan dan alih fungsi hutan, yang marak di Riau menjadi faktor dominan penyebab buruknya kondisi lingkungan hutan di Riau. Disamping itu, pendangkalan yang menimpa sungai-sungai utama di Riau merupakan salah satu indikator penyebab rusaknya lingkungan sungai di Riau.
Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Riau Aziz Zainal meminta, adanya kajian empiris terkait aspek lingkungan hidup yang lebih komprehensif.
“Lingkungan hidup di Riau, seperti yang diutarakan mengalami kerusakan. Terkait persoalan ini, kajian akademis sangat dibutuhkan”,katanya.
Menurut nya, masyarakat selama ini kesulitan untuk melihat atau merasakan dampak kerusakan lingkungan.
“Kalau jalan yang rusak, fisiknya jelas kelihatan seperti adanya lubang. Namun, kalau udara sehat atau tidak, kami tidak tahu indikatornya seperti apa. Karena, udara itu tergolong abstrack. Begitu juga dengan sungai,masyarakat menikmati mandi dan meminum air sungai, tapi mereka tidak tahu air sungai itu tidak baik dikosumsi,” ujarnya.
Anggota Komisi C yang lain Supriati menekankan, pentingnya pengontrolan terhadap aktivitas pabrik perkebunan sawit. Legislator Partai Golkar itu berpendapat, cerobong asap pabrik yang menyemburkan asap hitam jelas berdampak buruk terhadap lingkungan.”Kalau asap yang dihembuskan itu hitam pekat, maka jelas memiliki dampak terhadap lingkungan masya¬rakat sekitar. Terutama, yang jaraknya dekat dengan perumahan penduduk. Jadi , kaji-kajian empiris juga dibutuhkan sebagai acuan terhadap operasional pabrik,” katanya.
Komisi C berencana, akan mengadakan pertemuan dengan segenap unsur masyarakat terkait raport merah lingkungan hidup di Riau. Di rencanakan, pada pertemuan selanjutnya akan dihadiri Badan Lingkungan Hidup, masyarakat disekitar perkebunan,pengusaha perkebunan dan elemen LSM direncanakan hadir.(h/feb)
http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/riau-a-kepri/32081-lingkungan-hidup-di-riau-dapat-rapor-merah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: