Pria Mengaku TNI Angkut Giok dari Hutan Lindung

Pria Mengaku TNI Angkut Giok dari Hutan Lindung
Rabu, 14 Mei 2014 12:48 WIB
Link: http://aceh.tribunnews.com/2014/05/14/pria-mengaku-tni-angkut-giok-dari-hutan-lindung
SUKA MAKMUE – Di tengah gencarnya larangan menambang batu giok di Hutan Lindung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, tiba-tiba ada seorang pria bersenjata api (senpi) yang nekat mengangkut naik truk batu alam bernilai tinggi itu dari kawasan Singgah Mata.

Untuk memuluskan aksinya, pria itu mengompaki operator beko (ekskavator) yang sedang membenahi badan jalan yang longsor di lintasan Jeuram-Takengon. Operator beko itu dia minta mengeruk batu giok dan memuatnya ke truk yang ia tunjuk. Setelah terisi, truk itu pun meninggalkan kawasan Singgah Mata di bawah pengawalannya.

Sebelumnya, kepada warga setempat, pria itu menyebut-nyebut dirinya sebagai anggota TNI. Ia juga mengesankan dirinya sebagai prajurit TNI dengan meletakkan selembar baju loreng di jok mobilnya. Kaca jendela mobil itu dia biarkan terbuka, sehingga baju loreng itu terlihat jelas dari luar.

Informasi yang diperoleh Serambi dari sumber terpercaya di Nagan Raya, Selasa (13/5), aksi yang dilakukan pria yang mengaku anggota TNI itu sontak mengundang sorotan masyarakat Nagan Raya, khususnya warga Kecamatan Beutong yang berada tak jauh dari lokasi pencarian batu giok tersebut.

“Harusnya apa yang dia lakukan itu ditindak, supaya ada efek jera dan persamaan di muka hukum. Lagi pula Pemkab Nagan Raya sudah jauh-jauh hari melarang pengambilan batu giok di Gunung Singgah Mata, mengingat ini merupakan kawasan hutan lindung. Tapi mengapa ada oknum berseragam dan bersenjata api yang masih terus mengambilnya,” kata sumber Serambi yang minta namanya tak ditulis.

Ia berharap, pihak terkait segera memproses tuntas kasus ini, sehingga tak ada pihak yang dirugikan dan tak sampai menimbulkan kecemburuan sosial bahkan ketakutan di kalangan warga. Apalagi oknum tersebut membawa senjata api saat beraksi.

Secara terpisah, Komandan Kodim 0116 Nagan Raya, Letkol Budi Haryono yang dikonfirmasi Serambi kemarin melalui saluran telepon mengaku sudah mendengar adanya kejadian itu. Pihaknya bahkan sedang mencari pelaku, apalagi menyebut-nyebut dirinya sebagai anggota TNI dan membawa senpi saat menurunkan batu giok dari kawasan terlarang. “Setelah kita cek, pelaku yang disebut-sebut bernama Mukhlis itu bukanlah anggota TNI. Karena dia nekat mengambil batu giok dari hutan lindung dan menjual-jual nama institusi TNI, makanya kita masih cari dia sampai dapat,” kata Dandim geram.

Dandim menilai, tindakan Mukhlis itu bukan saja meresahkan masyarakat setempat, tapi juga telah mencoreng nama baik TNI. Ia mengaku langsung melakukan koordinasi dengan jajaran Kodim di Bireuen untuk menelusuri keberadaan pelaku yang mengaku berasal dari jajaran TNI di Kota Juang tersebut. Tapi, setelah dicek, ternyata tak ada prajurit TNI bernama Mukhlis di wilayah itu.

“Intinya pelaku masih kita cari. Tapi kalau kabarnya ia pakai alat berat milik pemkab untuk menggali dan memuat giok ke truk, itu saya ragukan. Soalnya, alat berat tersebut sudah lama diturunkan dari lokasi, tepatnya setelah berhasil diatasi gangguan longsor beberapa hari lalu,” kata Dandim Budi Haryono. (edi)
__._,_.___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: