4 Perusahaan Tambang di Pidie tak Bayar Iuran

4 Perusahaan Tambang di Pidie tak Bayar Iuran
Rabu, 14 Mei 2014 11:58 WIB
Link: http://aceh.tribunnews.com/2014/05/14/4-perusahaan-tambang-di-pidie-tak-iuran
* Capai Rp 1,4 M

SIGLI – Empat perusahaan tambang emas yang melakukan eksplorasi di kawasan hutan di Tangse dan Geumpang, Pidie, belum membayar landrent (iuran tetap) sebesar Rp 1,4 miliar. Landrent itu disetor ke kas negara bukan pajak (KNBP).

“Kemudian pemerintah pusat mengirimkan landrent jatah Pidie melalui kas daerah,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindagkop-ESDM) Pidie, Ir M Hasan Yahya, didampingi Kabid ESDM, T Irwansyah MM kepada Serambi, Selasa (13/5).

Kata M Hasan, keempat perusahaan tambang yang belum menyetor iuran tetap ke kasda, yaitu PT Delma Mineral dengan tunggakan landrent Rp 515.749.553 dengan luas areal tambang 10 ribu hektare. Lalu, PT Glee Aceh Makmu besar setoran belum dibayar Rp 536.636.475 dengan luas areal tambang 6.386 hektare. Kemudian, PT Larija Citra Mandiri landrent belum disetor Rp 322.676.235 dengan luas lokasi tambang 7.792 hektare dan PT Anasko Aceh Raya, landrent belum dilunasi 73.709.790 dengan luas area tambang 2.222 hektare.

Ia menjelaskan, perusahaan tambang belum membayar landrent karena kegiatan eksplorasi terhenti. Sebab, sebagian lokasi yang digunakan untuk eksplorasi telah merambah kawasan hutan lindung. “Saat ini, mereka masih menunggu izin pakai kawasan hutan lindung dari Gubernur Aceh. Selama izin tidak turun, mereka menghentikan sementara aktivitas eksplorasi,” katanya.

Pun demikian, kata M Hasan, Disperindagkop-ESDM tetap menyurati empat perusahaan tambang yang belum menyetor iuran tetap tersebut. Perusahaan tambang membayar landrent sesuai dengan posisi dolar. Sementara jadwal pembayaran landrent dilakukan perusahaan tak menentu. Artinya perusahaan bisa membayar per tahun sekali, dua tahun sekali atau membayar sekaligus.“Besaran randrent dibayar mengecu kepada luas lahan yang dikeluarkan izin eksplorasi yang dikalikan 2 dolar,” sebutnya.

Dijelaskan, sejak keluarnya intruksi Gubernur Aceh tidak diberikan izin kepada perusahaan tambang, Pemkab telah menyetop izin tersebut. Kecuali, katanya, kepada 16 perusahaan tambang yang telah lebih dahulu memperoleh izin.

Perusahaan tambang emas yang masih memperoleh izin eksplorasi dari Pemkab Pidie yaitu, PT Woyla Aceh Mineral luas lahan 26.000 hektare. Lalu, PT Bayu Komana Karya 10.000 hektare, PT Parahita Sanu Setia 10.000 hektare, PT Bayu Nyohoka 10.000 hektare, PT Magellanic Garuda 9,430 hektare, PT Halimun Meugah Raya 10.000 hektare, PT Banda Raya Paradiso 10.000 hektare, PT Geumpang Tangse Mineral 10.000 hektare, PT Delma Mineral 10.000 hektare, PT Glee Aceh Makmu 6,386 hektare, PT Tangse Gunong Pusaka 8,327 hektare, PT Anasco Aceh Raya 2,222 hektare, PT Krueng Bajikan 10.000 hektare dan PT Lariza Citra Mandiri 7.000 hektare.

Di bidang lain, Kabid ESDM Disperindagkop Pidie, T Irwansyah MM, menjelaskan, Disperindakop Pidie belum pernah meninjau lokasi eksplorasi tambang emas di Geumpang maupun Tangse yang dilakukan 16 perusahaan tersebut. Pihak dinas berdalih, belum memiliki dana untuk meninjau lokasi eksplorasi tambang emas tersebut.

“Areal eksplorasi tambang emas tersebut sangat jauh sehingga sulit ditembus. Kita pun terbentur finansial meninjau lokasi tersebut,” kata T Irwansyah. Selama ini, katanya, Disperindagkop hanya menerima laporan dari 16 perusahaan tersebut yang dilakukan secara triwulan. “Jadi pengawasan kami terhadap perusahaan tambang yang melakukan eksplorasi sangat terbatas,” demikian T Irwansyah kepada Serambi kemarin.(naz)
__._,_.___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: