Peringatan Hari Bumi WALHI : Kurangi Prilaku Konsumtif, Selamatkan Bumi !

Peringatan Hari Bumi
WALHI : Kurangi Prilaku Konsumtif, Selamatkan Bumi !

Padang (22/4). Perilaku konsumtif telah berdampak buruk kepada lingkungan. Tidak hanya persoalan sampah yang dihasilkan akan tetapi turut berkontribusi pada meningkatnya suhu di permukaan bumi akibat pemanasan global akibat gas buangannya.

spanduk hari bumi L 1.5 , T 2
Aktivitas pertambangan, perkebunan, industri, pertanian dan pembangunan pemukiman yang semakin pesat dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Indonesia tercatat sebagai negara paling konsumtif nomor keempat se-asia pasifik. (UNEP, 2012) dikarenakan tingginya daya beli masyarakat Indonesia. Keadaan ini menjadi daya tarik bagi negara-negara industry untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang “empuk” sebagai sasaran penjualan produk.

Buruknya prilaku konsumtif manusia dalam mengkomsi dan memanfaatkan sumber daya alam tidak lagi hanya sekedar untuk hidup dan sesuai dengan kebutuhan tapi sudah lebih dari sekedar memenuhi tuntutan gaya hidup. Prilaku ini tidak hanya merusak lingkungan dalam konteks sampah buangannya akan tetapi turut mendorong pengerukan sumber daya alam secara massif dibumi. Meningkatnya penguna ponsel pintar dan telah menjadi trend ditengah masyarakat saat ini. Berbagai produk ponsel pintar memakai bahan baku timah dari Pulau Bangka. Akhirnya dengan meningkatnya pasar smartphone berakibat semakin parahnya kerusakan lingkungan akibat aktifitas pertambangan di pulau Bangka. Semestinya produsen-produsen ponsel juga bertanggungjawab atas kerusakan ini.

Pulau Bangka beserta tetangganya, Pulau Belitung, menyumbang sekitar sepertiga pasokan timah dunia. Timah yang ditambang sebagian dipakai untuk bahan solder pada produk elektronik, termasuk gadget mobile seperti smartphone dan tablet. Sayangnya, aktivitas pertambangan ini telah menghasilkan kerusakan yang tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kondisi masyarakat setempat.

Pemanasan Global juga menjadi muara dari perilaku konsumtif yang telah memicu terjadinya perubahan iklim dan ancaman bencana serius bagi bumi kedepan. Perilaku konsumtif berpengaruh kepada tatanan social budaya masyarakat yang telah berubah menjadi kebiasaan hedonisme, hilangnya budaya lokal yang cendrung menghemat pengeluaran, hilangnya sopan santun tidak menjadi perhatian serius untuk semua kalangan.

Produksi sampah di kota Padang mencapai 600 ton perharinya, pengangkutannya baru terpenuhi sekitar limapuluh persen perharinya. Pengelolaan sampah masih menggunakan cara-cara tradisional, keterbatasan personil dan sarana penunjang kebersihan mengakibatkan pengelolaan sampah belum optimal. Cakupan pelayanan baru menjangkau delapan kecamatan di pusat kota. Selanjutnya kesadaran masyarakat untuk kebersihan masih rendah yang terindikasi dari budaya membuang sampah ke selokan dan sungai cukup banyak.

Merespon kondisi diatas, WALHI Sumatera Barat beserta lembaga jaringan melalui Peringatan Hari Bumi tahun ini menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi prilaku konsumtif dan berupaya melakukan usaha-usaha peningkatan kualitas lingkungan secara pribadi dan keluarga. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya WALHI dalam mendorong terwujudnya perilaku yang peduli terhadap lingkungan. Melalui diskusi lingkungan yang diselenggarakan di Kampus IAIN Imam Bonjol kali ini berupaya menyadarkan kaum kampus untuk turut berbuat untuk kepentingan lingkungan. Ujar uslaini

Dalam pertemuan ini turut hadir Dinas Bapedalda Kota Padang yang memberikan informasi terhadap usaha-usaha yang dilakukan pelajar di kota Padang dalam berbuat untuk lingkungan.
Kota Padang meraih penghargaan sekolah-sekolah Adiwiyata terbanyak di Indonesia. Perilaku sekolah yang berbudaya dan peduli lingkungan diharapkan mampu menjadi benteng pertama yang memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan. Saat ini sekitar 600 sekolah di kota Padang berlomba-lomba untuk meraih Adiwiyata dengan cara menerapkan sekolah peduli lingkungan dimulai dari perilaku siswa, kebijakan sekolah, tata lingkungan sekolah yang berprespektif lingkungan. Ucap Emrizal dalam pertemuan itu.

Prof. Dr. Asasriwarni, M.H pembantu rektor III IAIN Imam Bonjol yang membuka acara diskusi ini mengatakan bahwa dalam konteks agama Islam, berbagai kerusakan yang terjadi di darat maupun di laut sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari cara pandang dan perilaku manusia terhadap alam (Q.S. Ar-Ruum: 41). Perilaku ini bertentangan dengan tugas dan fungsi manusia sebagai hamba Allah khalifah dimuka bumi yang berkewajiban untuk melakukan proses pengelolaan dan pemeliharan alam dan lingkungan sebagai media untuk beribadah kepada Allah dan menjalankan fungsi kekhalifahan. Manusia dilarang berbuat kerusakan sedikit pun di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.

Bumi sebagai tempat tinggal manusia terdiri atas berbagai unsur dan elemen dengan keragaman dalam bentuk, proses dan fungsinya. Berbagai unsur dan elemen yang membentuk alam tersebut diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam menjalankan kehidupannya di muka bumi, sekaligus merupakan bukti ke Mahakuasaan dan Kemahabesaran Sang Pencipta dan Pemelihara alam, tambahnya.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
– Uslaini, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sumatera Barat, Email: chaus.453@gmail.com, HP: +6281374342663
– Prof. H. Drs. Asasriwarni, M.H, Pembantu Rektor III IAIN Imam Bonjol Padang, HP. 08126753316
– Emrizal, S.H, Bapedalda Kota Padang, Hp. 08126635050

Sekilas tentang Hari Bumi
Peringatan Hari Bumi ini bertujuan untuk mengingatkan kita akan kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan hidup yang dicanangkan oleh Gaylord Nelson pada tahun 1967. Saat itu banyak kalangan yang mendorong agar isu-isu lingkungan masuk dalam kurikulum pembelajaran. Pada akhirnya ditahun 22 April 1970 disalah satu kota di New York, turun kejalan berdemontrasi dan mengecam para perusak bumi. Maka ditetapkanlah bahwa setiap tanggal 22 April diperingati Hari Bumi secara internasional disetiap tahunnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: