Kelapa Sawit Diklaim tidak Merusak Lingkungan???

Kelapa Sawit Diklaim tidak Merusak Lingkungan???
Kamis, 3 April 2014 11:31 WIB
Link: http://aceh.tribunnews.com/2014/04/03/kelapa-sawit-diklaim-tidak-merusak-lingkungan

Sekretaris Jenderal KWPSI, Muhammad Saman (kanan) menyerahkan sertifikat ucapan terima kasih kepada pemateri workshop Industri Perkebunan Kelapa Sawit Yang Berkelanjutan dan Mensejahterakan yang diterima oleh Sekjen Apkasindo, Asmar Arsjad, Dosen Fakultas Teknik Unsyiah, Dr Mahidin ST MT dan Redaktur Pelaksana Harian Prohaba, Nurdinsyam di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (2/4). SERAMBI/BUDI FATRIA

BANDA ACEH – Potensi pengembangan kelapa sawit di Aceh sangat besar. Selain banyak lahan yang masih kosong, tanaman tersebut juga dapat ditanam di lahan kritis, sehingga memberikan dampak yang besar bagi peningkatan perekonomian Aceh, serta tidak merusak lingkungan.
Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpian Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad, dalam Workshop Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan, yang diselenggarakan oleh Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Rabu (2/4) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh.
Asmar Arsyad mengatakan, selama ini kelapa sawit selalu diisukan negatif. Kelapa sawit dianggap banyak menyerap air dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Menurutnya, isu tersebut dihembuskan oleh para pakar untuk kepentingan negara-negara asing.
“Isu itu dihembuskan untuk kepentingan dagang negara-negara Eropa, dimana mereka ingin mengambil keuntungan dengan kampanye negatif terhadap perkebunan sawit di Aceh dan Indonesia,” ucapnya.
Di Indonesia termasuk Aceh, lanjut Asmar, kepala sawit telah berkembang dan menjadi komoditas andalan sebagai penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perkebunan kepala sawit ini telah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, dan hingga kini lebih dari setengah kabupaten/kota di Aceh memiliki perkebunan kelapa sawit.
“Kelapa sawit ikut mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh. Selain menyerap tenaga kerja, juga banyak menciptakan industri lain dengan bahan baku kelapa sawit. Saya melihat lebih banyak mamfaat ketimbang pengaruh buruknya terhadap kerusakan lingkungan,” ujar Asmar Arsyad.
Sementara itu, pakar lingkungan Universitas Syiah Kuala, Dr Mahidin ST MT, mengatakan, banyak mamfaat dari tanaman kelapa sawit. Namun, masyarakat salah mengelola kelapa sawit pascapanen, sehingga menimbulkan dampak kerusakan lingkungan.
“Bila proses pengolahan kelapa sawit dilakukan dengan benar maka perkebunan kelapa sawit tidak membawa dampak buruk bagi lingkungan,” kata Mahidin.
“Dari hasil penelitian yang dilakukan, budidaya kelapa sawit secara besar-besaran tidak menyebabkan banjir dan tanah longsor, juga tidak banyak menyerap air,” tambahnya lagi.
Sementara itu, wartawan senior, Nurdin Syam, mengatakan, kampanye negatif yang dilancarkan oleh pihak asing harus mampu dilawan dengan kampanye positif oleh petani dan pengusaha kepala sawit. “Pengusha sawit harus mampu meyakinkan pihak asing dan pembeli luar negeri bahwa budidaya kelapa sawit tidak merusak lingkungan,” ucap Nurdin Syam.(min)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: