Solsel Terancam Kemarau BMKG Prediksi, Lebih Dhasyat Dibandingkan 30 tahun Silam

Solsel Terancam Kemarau
BMKG Prediksi, Lebih Dhasyat Dibandingkan 30 tahun Silam
Padang Ekspres • Selasa, 25/03/2014 10:41 WIB • Arditono • 37 klik
Padangaro, Padek—Menyikapi kemarau panjang yang bakal terjadi di Indonesia, ter-uta¬ma di Solok Selatan (Solsel) sesuai prediksi Badan Me¬te¬reo¬logi Klimatologi dan Geo¬fisika (BMKG) menyebutkan, lebih dahsyat dibandingkan dengan yang pernah terjadi sejak 30 tahun lalu. Yakni bakal terjadi peningkatan 40 persen dari musim kemarau sebelumnya, sehingga berpotensi bahaya kebakaran hutan, pemukiman, lahan, kekeringan dan gangguan kesehatan. Kondisi tersebut sangat rentan terjadi, bila tidak segera diantisipasi secara dini. Maka perlu dilakukan kesiap siagaan, kewaspadaan terjadinya bencana musiman tersebut.

“Mulai Mei hingga September 2014 bakal terjadi kemarau panjang yang lebih dahsyat di daerah ini, itu sesuai prediksi dari BMKG. Peningkatan musim kemarau tahun ini meningkat 40 persen jika dibandingkan yang pernah terjadi sejak 30 silam,”tegas Hamudis Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel kepada Padang Ekspres, Senin (24/3).

Dampaknya, kesehatan masyarakat, kekeringan lahan. Baik lahan pertanian, pemukiman, dan hutan, sehingga menimbulkan kekeringan yang luar biasa sesuai predeiksi BMKG. Imbasnya tak hanya kesehatan, tapi areal pertanian warga. Terutama para petani sawah, bila musim tersebut menyelimuti daerah. Maka, saluran air pertanian terancam. Musim kegagalan diareal pertanian bakal tinggi dan dapat berdampak pada harga pertanian.

Baik dinas kesehatan maupun dinas pertanian, perlu melakukan upaya pencegahan setidaknya menyelematkan angka kesehatan dan gagalnya lahan pertanian produktif masyarakat.

“Selain dampak kebakaran, juga angka penderita penyakit bakal tinggi. Begitupun ancaman terhadap areal pertanian. Baik BPBD, Dinas Kesehatan dan Pertanian, perlu mencari solusi sebelum imbas musim kemarau tersebut dialami masyarakat Solok Selatan,” terangnya.

Soal menghadapi musim kemarau panjang kata Hamudis, BPBD memang kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya anggaran. Tak sekedar itu, fasilitas atau peralatan dalam menanggapi penanggulangan dampak kebakaran masih kurang ditiap kecamatan. Baik mobil damkar maupun mobil suplai.

“Minimal ada dua kendaraan pemadam kebakaran ditiap kecamatan dan wilayah pe-madaman maksimal 7 KM dari posko damkar. Namun ken¬daraan kita masih terbatas, bila terjadi bencana kebakaran serentak. Maka kita akan kocar kacir,” diakui Hamudis. Dinkes Siapkan Kelengkapan Obat-Obatan.

Menanggapi musim kemarau panjang, Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan obat-obatan di setiap puskesmas dan rumah sakit di Solok Selatan. Serta telah mengintruksikan kepada pihak rumah sakit, agar cepat tanggap dalam menangani pasien rujukan nantinya. Karena dampak kemarau sapa Novirman, berpotensi diare, inspeksi saluran akut (ispa), gatal-gatal dan gejala penomoni.

“Kita telah siapkan jenis obat-obatan terkait dampak kemarau panjang, sesuai surat yang dilayangkan pihak BMKG. Sosialisasi kemasyarakat di¬la¬ku¬kan jalur puskesmas set-empat, ke¬m¬udian diturunkan tim din¬kes,”sebutnya.(*)
[ Red/Administrator ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50334

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: