Kubangrasau Diterjang Galodo

Kubangrasau Diterjang Galodo
Selama 70 Tahun Baru Pertama Terjadi
Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Senin, 24/03/2014 12:27 WIB • Fajar Rillah Vesky • 229 klik
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50318
Limapuluh Kota, Padek— Untuk kali pertama dalam 70 tahun terakhir, Jorong Kubangrasau di Nagari Balaipanjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, diterjang galodo (banjir bandang).

Kubangrasau diterjang galodo, Jumat (21/3) sore lalu atau tiga jam setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Namun, kabar galodo yang berasal dari Bukit Gadang Kubangrasau itu baru diketahui wartawan, Minggu (23/3).

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota H Irfan AM melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Firmansyah kepada Padang Ekspres mengatakan, galodo yang terjadi di Kubangrasau, memang tidak sampai ke areal permukiman penduduk.

Akan tetapi, seluas 5 hektare kebun karet, kebun gambir, sawah dan kolam ikan pen-duduk, dipastikan rusak akibat diterjang ratusan kubik kayu dan material lumpur yang meluncur dari Bukikgadang. Kerugian belum ditaksir, tapi diperkirakan BPBD, mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Firmansyah, galodo yang terjadi di Kubangrasau ini sangat unik. Biasanya, kalau musim hujan, kawasan tersebut memang sering kebanjiran, akibat meluapnya Batang Sinama. Namun pada Jumat sore itu yang terjadi justru sebaliknya, bukan Batang Sinama yang meluap, tapi air bercampur material batu dan dan tanah dari Bukikgadang yang meluncur ke bawah.

“Areal perkebunan dan pertanian yang terkena galodo, seperti membentuk sebuah sungai panjang. Menurut warga Kubangrasau yang sudah berusia 70 tahun, seumur hidupnya, baru kali itu Kubangrasau dilanda galodo,” kata Firmansyah didampingi Kasi Kedaruratan BPBD Rahmadinol.

Pihak BPBD Limapuluh Kota sendiri, menurut Firmansyah, sudah datang ke Kubang-rasau, beberapa saat, setelah kejadian. “Waktu kami datang, ada 1 keluarga yang terpaksa diungsikan, karena rumahnya berada di dekat areal yang dilanda galodo. Tapi saat ini, keluarga dengan 3 jiwa tersebut, sudah kembali ke rumah mereka,” kata Firmansyah.

Sampai kemarin, Kepala BPBD Irfan AM yang turun bersama Kapolsek Luak AKP Zahari Almi, camat dan pemerintah nagari, masih melakukan kajian, kenapa galodo bisa sampai terjadi di Kubangrasau. Namun dugaan sementara, akibat adanya penebangan kayu di atas Bukit Gadang.

“Penyebabnya, diduga karena perambahan kayu, walaupun masyarakat setempat menyebut, hanya mencari kayu bakar. Selain karena perambahan kayu, juga diduga akibat berubahnya status hutan Bukik Gadang menjadi perkebunanan,” kata Firmansyah.

Selain galodo di Kubangrasau, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota pada Jumat pekan lalu, membuat sungai Batang Mangkisi di Jorong Lurahbukik, Nagari Balaipanjang, meluap ke aral permukiman penduduk. “Sekarang, sudah menyusut lagi. Tapi warga kita ingatkan waspada, karena cuaca yang semakin ekstrim,” tukuk Rahmadinol. (*)
[ Red/Administrator ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: