69 Titik Api Terdeteksi di Rawa Tripa

69 Titik Api Terdeteksi di Rawa Tripa
http://analisadaily.com/news/read/69-titik-api-terdeteksi-di-rawa-tripa/14627/2014/03/18#
Banda Aceh, (Analisa). Pembakaran lahan di kawasan Rawa Tripa, Nagan Raya, masih terus berlanjut. Terhitung 1-14 Maret 2014, terdapat 69 titik api di sepanjang pantai barat, khususnya di kawasan Rawa Tripa yang berada dalam wilayah izin usaha perkebunan (IUP).Juru bicara Tim Koalisi Penyelamatan Rawa Tripa (TKPRT), Fadila Ibra, mengungkapkan, 51 titik api terdapat di areal konsesi PT GSM, sementara PT KA menjadi hak guna usaha (HGU) penyumbang terbanyak kedua, yaitu 14 titik. Selanjutnya PT SPS 2 dan PT CA dengan masing-masing menyumbang 2 titik api.

“Sampai saat ini belum ada upaya nyata yang dilakukan para pemegang HGU untuk memadamkan api. Jika terus dibiarkan akan menambah parah kerusakan ekosistem Rawa Tripa,” ujar Fadila Ibra di Banda Aceh, Senin (17/3).
“Informasi terakhir yang kami terima dari masyarakat, kabut asap yang tebal, abu sisa-sisa pembakaran lahan berterbangan di wilayah pemukiman penduduk Alue Bilie,” tambahnya.
Dikatakan, Rawa Tripa masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), terletak di Kabupaten Aceh Barat Daya dan Nagan Raya dengan luas lebih dari 61.803 hektare (Ha). Rawa Tripa merupakan satu dari tiga kawasan rawa gambut (Tripa, Kluet dan Singkil) di pantai barat Aceh.
Setiap pemegang izin dapat dipastikan telah menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk menyediakan sarana, prasarana dan sistem tanggap darurat yang memadai untuk menanggulangi terjadinya kebakaran dalam pembukaan dan atau pengelolaan lahan.
“Namun, realisasikan tidak ada. Fakta lapangan ini harus menjadi rujukan bagi tim evaluasi HGU yang telah diangkat oleh Gubernur Aceh. Hasil kerjanya kita nantikan,” ujarnya.
Cabut izin
Sementara itu Kepala Rumoh Transparansi Atjeh (Rutan Atjeh), Ilham Sinambela, menyatakan, Pemerintah Aceh dan pemkab/pemko wajib melakukan upaya pembinaan dan pengawasan usaha perkebunan dengan tujuan meningkatkan kinerja dan kualitas usaha perkebunan.
“Jika kewajiban ini tidak dilaksanakan, Pemerintah Aceh dan pemkab/pemko telah melakukan tindak pidana korupsi dan sanksi pidana menanti,” ingatnya.
Dikatakan, sudah saatnya Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota meminta pertanggunggjawaban para pemegang izin. Wajib hukumnya bagi mereka untuk memastikan tidak terjadi pembakaran lahan di areal konsesinya. Jika kewajiban itu tidak dipenuhi, izinnya harus dicabut.
Sejak akhir 1980-an, kawasan rawa gambut Tripa menjadi areal konsesi perkebunan kelapa sawit. Di Tripa terdapat lima perkebunan besar swasta, yaitu PT Kallista Alam, PT Surya Panen Subur 2 (eks PT Agra Para Citra), PT Gelora Sawita Makmur, PT Dua Perkasa Lestari dan PT Cemerlang Abadi. Total areal konsesi kelima perusahaan ini seluas 35.000 ha. Operasional perusahaan pernah terhenti karena konflik Aceh.
Sementara itu, Senin (17/3) tim Koalisi Penyelamatan Rawa Tripa (TKPRT) bekerja sama dengan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) berinisiatif melaksanakan lokakarya hasil survei/penelitian gambut di Rawa Tripa-Babahrot, sehingga dapat menjadi bahan bersama untuk menggali potensi yang ada di kawasan itu agar pengelolaan lebih lanjut menuju atas kawasan lestari dalam dilaksanakan secara tepat.
“Lokakarya diikuti 50 peserta dari berbagai kalangan, di antaranya unsur pemerintah, LSM lingkungan hidup, perwakilan masyarakat, jurnalis dan unsur terkait,” ujarnya.
Peserta akan mendengarkan presentasi hasil survei/penelitian dari tim peneliti Rawa Tripa yang melibatkan akademisi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan juga tim survei YEL yang juga melibatkan beberapa akademisi dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. (irn/rfl)
__._,_.___

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: