Kapolda Berantas Illegal Mining-Korupsi

Kapolda Berantas Illegal Mining-Korupsi
Komitmen Bambang Sri Herwanto
Padang Ekspres • Kamis, 20/03/2014 10:54 WIB • Seprianto • 393 klik
Padang, Padek—Tugas utama Brigjen Pol Nur Ali memberantas praktik pertambangan emas ilegal dan korupsi di Sumbar, belum sepenuhnya tuntas. Karena itu, Kapolda Sumbar yang baru, Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto siap menuntaskan tunggakan kasus kedua kejahatan luar biasa itu tanpa pandang bulu.

Komitmen itu disampaikan Bambang kepada pers usai Pisah Sambut Kapolda di aula lantai tiga Gedung Serbaguna Mapolda Sumbar, kemarin (19/3). Mantan Kapolda Sumbar Brigjen Pol Nur Ali harus mengemban tugas baru sebagai Kapolda Jawa Tengah.

Dari catatan Padang Ekspres, praktik pertambangan emas liar masih berlangsung di Solok Selatan, Sijunjung dan Dharmasraya.

Sejauh ini, hanya operator alat berat dan pekerja tambang yang ditangkap. Sedangkan bos-bos tambang, relatif belum tersentuh.

”Saya berkomitmen dalam penuntasan kasus atensi publik yang selama ini dipegang Polda Sumbar. Contoh illegal mining, perkaranya terus dilanjutkan. Yang ilegal kami berantas, namun jika usahanya benar, tentu kita dukung,” tegas Bambang.

Mantan Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum pada Divisi Hukum Mabes Polri itu juga berkomitmen menyelesaikan kasus-kasus dugaan korupsi, terutama yang melibatkan kepala daerah. Salah satunya, kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) bijih besi di Pasaman Barat (Pasbar), yang menyeret bupati setempat. Hingga kini, tidak jelas kepastian hukumnya.

“Untuk korupsi, saya akan cek, lalu proses, dan dituntaskan. Penanganan kasus korupsi harus ada kepastiannya,” tegasnya lagi.

Soal pengamanan penyelenggaraan pesta demokrasi rakyat, jenderal bintang satu ini menyampaikan ada tiga target pengamanan. Yaitu, tidak ada asap, tidak ada kaca pecah, dan tidak ada darah menetes.

“Tidak ada asap, artinya tidak ada pembakaran dan pengrusakan. Tidak ada kaca pecah, artinya tidak ada tindakan anarkis, dan perkelahian. Tidak ada darah menetes, artinya tidak ada perkelahian massal dan pembunuhan terkait pemilu. Ini yang menjadi ukuran sukses pemilu bagi saya,” ungkap Bambang yang mengaku baru dua kali ke Sumbar yakni tahun 1984, dan tahun 2012 dalam kegiatan sosialisasi MoU Dewan Pers dengan Polri dan Komisi Informasi Pusat.

Dalam pengamanan pemilu, dia berjanji bersikap netral, tidak diskriminasi dan sesuai tingkat ancaman keamanannya. ”Ancaman tinggi, kekuatan akan dilebihkan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bambang berharap kehadirannya bisa diterima masyarakat Sumbar. “Saya banyak diberikan nasihat oleh Brigjen Pol Nur Ali. Katanya warga Minang pintar berdiplomasi, untuk itu saya akan banyak belajar di sini. Saat saya diperintah oleh atasan (Kapolri, red), beliau menilai Sumbar kondusif. Namun, tetap saja tugas ini adalah tugas yang berat. Hari ini saya sampaikan, izin untuk diterima jadi warga Sumbar, saya akan bertekad memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Brigjen Nur Ali dalam sambutannya berharap Bambang bekerja sungguh-sungguh di Ra-nah Minang. “Saya pesan pada Kapolda baru, keluarkan segala kemampuan dalam memimpin kepolisian di Sumbar. Jadilah pelayan rakyat,” ujarnya.

Wagub Sumbar Muslim Kasim yang hadir dalam kesempatan itu, menilai Kapolda Brig-jen Pol Nur Ali adalah kapolda tercepat di Sumbar. “Itu tandanya sangat dibutuhkan secara nasional. Meski pulang kampung, tentu tugas semakin berat,” ungkapnya.

Nur Ali dipromosikan bintang dua menjadi Kapolda Jawa Tengah, setelah dilantik Kapolri Jenderal Sutarman, di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/3).

Banyak PR
Koordinator Police Watch Sumbar, Ilhamdi Taufik kepada Padang Ekspres kemarin me-ngatakan, lima juta warga Sumbar menunggu ketegasan Bambang menuntaskan kasus-kasus “warisan”, sehingga mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sumbar.

“Singkatnya jabatan Brigjen Nur Ali, tentu tidak cukup menuntaskan beberapa kasus besar seperti korupsi dan illegal mining di Sumbar. Di mana, saat itu mantan Kapolda Sumbar Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari menjadi sorotan publik,” ujarnya.

Ilhamdi juga mengkritisi tidak adanya transparansi serah terima kasus sebagaimana mestinya. ”Dengan tidak adanya ekspose serah terima kasus, seakan pimpinan baru bisa saja berlepas tangan dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut,” ungkapnya.

”Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kapolda baru guna menyukseskan pemilu di Sumbar, di samping menuntaskan kejahatan yang belum terungkap,” tambahnya. (*)
[ Red/Administrator ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50267

Brigjen Pol Nur Ali, Kapolda baru Sumbar | Foto: Padang Ekspres |

Brigjen Pol Nur Ali, Kapolda baru Sumbar
| Foto: Padang Ekspres |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: