63.500 Ha Hutan Solsel jadi Hutan Nagari

63.500 Ha Hutan Solsel jadi Hutan Nagari
Padang Ekspres • Selasa, 18/03/2014 10:51 WIB • Redaksi • 45 klik
Padangaro, Padek—Sebanyak 63.500 hektare kawasan hutan lindung dan hutan produksi di Solok Selatan (Solsel) bakal disulap menjadi hutan berbasis nagari. Implementasi dan kompensasi pembiayaan pengelolaan maupun pe¬meliharaannya melalui dana hibah dari Norwegia, dana hibah tersebut akan direalisasikan pada tahun 2015.

Ilustrasi | Foto: Kompas.com |

Ilustrasi
| Foto: Kompas.com |

Peningkatan areal kawasan hutan nagari di daerah seribu sungai itu meru¬pakan penyempurnaan pusat studi percontohan hutan yang dilestarikan masyarakat. Untuk mengurangi emisi yang berasal dari aktivitas pengurangan areal hutan dan perusakan hutan. Yakni di Kenagrian Lubukgadang Timur Keca¬matan Sangir, hutan RPC di Kecamatan Sangir Batang Hari.

Padanggantiang dan Padang Limausundai di Kecamatan Sangirjujuan, di Kecamatan Sungaipagu yakni di Nagari Kotobaru dan Pulakek, sedangkan di Kecamatan KPGD di Nagari Pasirtalang dan Pakanrabaa.

“63.500 hektare hutan bakal dikelola oleh masyarakat nagari. Ini untuk melestarikan hutan dan terjaga dari ancaman pem¬balakan liar,” jelas Tri Handoyo Gunardi kepala Dinas Kehutanan Solok Selatan kepada Padang Ekspres, Senin (17/3).

Tri menyebutkan, khusus hutan produksi yang berbasis nagari, kayu, getah, rotan, bahan obat-obatan boleh dimanfaatkan masyarakat di nagari tersebut untuk kebutuhan hidup, namun harus dihijaukan kembali. Jika hutan lindung dijadikan hutan berbasis nagari, secara aturan kayu tidak boleh ditebang atau dimanfaatkan. Puluhan ribu hektare kawasan hutan yang akan disulap menjadi hutan nagari, lanjut Tri tergolong pada hutan produksi, hutan lindung dan hutan produksi terbatas.

“Hutan produksi boleh dimamfaatkan oleh warga di kenagarian, tapi kalau hutan lindung tidak dibenarkan secara aturan hukum,” sebutnya.

Tri Handoyo memaparkan, di Sumbar ada 8 Kabupaten/kota yang mendapatkan dana hibah dari Norwegia, yakni Solok Selatan, Solok, Sijunjung, Pasaman, Padangpariaman, Pasaman Barat, Kota Padang dan Pesisir Selatan. Masing-masing kabupaten sebanyak 50 hektare kawasan hutan yang bakal disulap menjadi hutan nagari. Juga telah tekan MoU dengan Direktur Rainforest Noway Mr Dag Haraide.

“Solsel agak istimewa se¬dikit dibandingkan kota/kabupaten lain di Sumbar maupun di Indonesia. Sebab, daerah ini ditunjuk sebagai pusat studi dan penelitian hutan percontohan dunia,” katanya. (a)

[ Red/Administrator ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50242

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: