Pemprov Harus Aktif Atasi Dampak Asap Aktifkan kembali Peran MPA

Pemprov Harus Aktif Atasi Dampak Asap
Aktifkan kembali Peran MPA
Padang Ekspres • Senin, 17/03/2014 10:59 WIB • Adiyansyah Lubis • 79 klik
Padang, Padek—Roosdinal Emil Salim, menilai pemerintah daerah lamban mengantisipasi dampak kabut asap akibat pembakaran lahan di sejumlah daerah di Sumbar dan Riau.

Aktivis lingkungan hidup ini meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar aktif mengantisipasi dampak kabut asap dan cenderung menunggu pemerintah pusat. Padahal dampaknya sudah sangat nyata dirasakan masyarakat Sumbar.

“Ini masalah serius yang mesti dihadapi dengan langkah-langkah taktis. Tapi disayangkan, Pemprov Sumbar cenderung lamban. Tidak memiliki terobosan dan cuma menunggu perintah pusat, sementara masyarakat sudah menderita,” sesal putra mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim ini, saat berada di Padang, Sabtu (15/3).

Menurut konsultan lingkungan hidup yang juga putra Koto Gadang, Kabupaten Agam ini, permasalahan kabut asap sebenarnya bisa diatasi jauh-jauh hari, jika pemerintah serius. Sehingga bencana itu tidak berulang setiap tahunnya. Salah satunya, memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar hutan untuk aktif menjaga hutannya. “Namun itu tak dilakukan,” ucap Caleg DPR-RI dari Partai Golkar Dapil Sumbar II.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) katanya sebenarnya, sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi pembakaran hutan. Salah satunya, membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). MPA juga sudah dibentuk di Provinsi Riau. Anggotanya adalah warga yang tinggal di daerah gambut. “Masyarakat ini diharapkan menjadi ujung tombak untuk menjaga agar tidak terjadi pembakaran gambut. Mereka diberi insentif, tapi selama ini keberadaan MPA tidak dianggap,” tegas cucu pejuang kemerdekaan Agus Salim ini.

Menurutnya, jika saja MPA diberdayakan sejak dulu tentu kabut asap tidak separah ini. Selain persoalan tersebut, permasalahan kabut asap ini juga diperparah lemahnya penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.

Mereka yang dijadikan ters¬angka hanya para pelaku pembakaran saja, bukan pemilik perusahaan perkebunan. “Apakah berani aparat penegak hukum kita menjadikan pemilik kebun sawit yang umumnya investor dari Malaysia itu menjadi tersangka pembakaran hutan?,” tantangnya.(*)
[ Red/Administrator ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50223

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: