Kabut Asap yang Melanda Sumbar Bukti Kegagalan Penyelenggara Negara dalam Menjamin Keselamatan Rakyat

Kabut asap dari Bukit Gado-gado menyelimuti Kota Padang, kemarin. Kabut asap yang menyelimuti wilayah kota itu sejak beberapa hari terakhir berasal dari provinsi tetangga. | Sumber: padangekspres.co.id |

Kabut asap dari Bukit Gado-gado menyelimuti Kota Padang, kemarin. Kabut asap yang menyelimuti wilayah kota itu sejak beberapa hari terakhir berasal dari provinsi tetangga.
| Sumber: padangekspres.co.id |

Padang(28/2). Kabut asap yang menyelubungi Propinsi Sumatera Barat semenjak 3 minggu terakhir, semakin hari terus semakin membahayakan tidak hanya bagi masyarakat namun juga bagi aktifitas transportasi. Lebih kurang jam 20.00 WIB Bandara International Minangkabau menghentikan aktifitas keluar masuk bandara bagi pesawat karena kondisi kabut asap sudah mengganggu jarak pandang dan dapat membahayakan penerbangan.
Dari informasi dan hasil pemantauan yang dilakukan WALHI Sumatera Barat, untuk Sumatera Barat memang tidak terdapat banyak titik api (Hot Spot), dalam 3 minggu terakhir kisaran 2 – 6 titik sumber kabut asap yang terdapat di Pasaman Barat, Agam dan Pesisir Selatan. Dari komunikasi dengan WALHI Riau, titik api (hot spot) banyak terdapat di Riau bahkan dari Januari – Februari 2014 ini ada yang mencapai 1.000 titik sumber kabut asap dan dalam 2 hari terakhir masih pada kisaran 400 sumber kabut asap. Dari diskusi WALHI Sumbar dengan BMKG Tabing pada tanggal 25 Februari 2014 dalam acara talk show di TVRI padang ternyata tidak jauh berbeda dari data yang dimiliki oleh WALHI.
Informasi dari BMKG kemudian, ternyata Januari dan Februari ini arah angin adalah dari selatan menuju ke utara. Kalau melihat jumlah titik sumber kabut asap pada waktu sebelumnya ternyata pada periode Januari – Februari tahun 2014 ini jauh lebih banyak dari waktu-waktu sebelumnya. Ini menjadi tanda tanya besar juga bagi kita, karena dengan arah angin dari selatan menuju utara artinya ketika titik sumber kabut asap banyak di Pekanbaru wajar saja Sumatera Barat menjadi sasaran utama yang disungkup oleh Kabut Asap tersebut. Ditenggarai ada unsur kesengajaan dengan pada saat arah angin menuju utara (mengarah ke Sumatera Barat bukan ke Malaysia atau Singapura) sehingga kabut asapnya tidak akan mengarah ke Malaysia dan Singapura.
Data dari WALHI Riau juga ditemukan sebagian besar titik sumber kabut asap tersebut ternyata berada pada areal lahan rawa gambut yang kemudian ketika di cek lagi itu merupakan lahan yang sudah ada HGU (Perkebunan Kelapa Sawit) dan HTI, disamping ada juga beberapa titik merupakan areal perkebunan masyarakat. Demikian juga halnya dengan temuan dibeberapa titik di Wilayah Sumatera Barat hasil pemantauan itu berada pada areal yang sudah dibebani HGU.
Terlepas dari disengaja atau tidak disengaja sehingga munculnya kabut asap tersebut, namun ketika sumber kabut asap tersebut berada pada wilayah private yang sudah diberikan pada sebuah corporate (perusahaan) baik dalam bentuk HGU maupun izin HTI maka sesuai peraturan perundang-undangan ini mestinya menjadi tanggung jawab pemegang hak private tersebut.
Namun sampai hari ini, ternyata pemerintah hanya berlepas tangan tidak ada tindakan tegas yang kemudian akan memberikan pembelajaran kepada perusak lingkungan yang telah menimbulkan kondisi kabut asap seperti saat sekarang ini. Pemerintah lebih memfokuskan untuk bagaimana hujan bisa turun sehingga berkurangnya kabut asap dari pada mengejar pelaku dan yang bertanggungjawab terhadap kondisi ini. Ini jelas mempertunjukkan kepada kita bahwa pemerintah sebagai penyelenggara Negara telah gagal memberikan jaminan keselamatan bagi rakyat di Sumatera secara umum dan Sumatera Barat secara khususnya.
Untuk itu WALHI mendesak :
1. Pemerintahan Propinsi Sumatera Barat segera mendesak pemerintahan propinsi Riau untuk segera mengusut sumber, pelaku dan yang harus bertanggungjawab terhadap kabut asap yang melanda Sumatera barat.
2. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat segera memerintahkan instansi terkait untuk menemukan titik sumber asap, pelaku dan yang harus bertanggungjawab terkait dengan sumber kabut asap di Wilayah Sumatera Barat
3. Pemerintah Propinsi Sumatera Barat untuk segera mengambil langkah-langkah dan tindakan untuk memastikan keselamatan rakyat di Sumatera Barat dengan tidak menunggu dulu ada korban rakyat yang kena penyakit bahkan harus meninggal dulu baru mengambil tindakan.

CP : syaiful Walhi (081363482946)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: