DPRD Minta Periksa Inspektur Tambang

DPRD Minta Periksa Inspektur Tambang
Padang Ekspres • Rabu, 05/02/2014 11:33 WIB • Redaksi • 107 klik
Padang, Padek—Komisi III DPRD Sumbar mendesak pihak kepolisian menuntaskan kasus meledaknya tambang batu bara yang menewaskan lima pekerja di kawasan Parambahan, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Tala¬wi, Sa¬wahlunto, Jumat (24/1) siang.

“Kami dari komisi III juga meminta aparat mengusut ins¬pektur tambang, mengingat pe¬-ja¬bat ini yang dinilai ber¬tang¬gung¬jawab mengawasi akti¬vitas pe¬nam¬bangan di daerah-nya,” ung¬kap anggota Komisi III Zul¬kif¬li Jailani kepada Padang Ekspres di DPRD Sumbar ke¬marin.

Dia menilai, meledaknya tambang itu murni kelalaian Pemko Sawahlunto dan ins¬pektur pertambangan. Soalnya kejadian serupa pernah terjadi 16 Juni 2009 dan menewaskan 33 orang. “Dari rentetan keja¬dian itu menunjukkan lokasi tambang batu bara di Bukit Bual punya risiko tinggi,” ulasnya.

Dengan kondisi demikian, ketelitian dan keseriusan ins¬pektur tambang dan pemko mengawasi aktivitas penam¬bangan itu jelas sangat dituntut sekali. Bila perlu, katanya, per¬ketat aturan, terutama terkait perizinan. “Sebab ini menyang¬kut nyawa manusia. Jangan ha¬nya sekadar mengejar PAD dan profit semata,” tegasnya.

Anggota Komisi III lainnya, Bachtul menyebutkan, meski tidak tahu persis apa penye-bab¬nya, tapi yang jelas ada kele¬mahan dilakukan pemda se¬tem¬pat. “Di antaranya me-nyang¬¬kut izin pe¬nambangan,” ungkap Bachtul.

Atas kejadian di tambang dalam itu, Bachtul minta aparat hukum mengusutnya dengan tuntas. Pasalnya, kejadian seper¬ti ini sudah pernah terjadi beb¬e¬rapa tahun sebelumnya. Apabila izin dikeluarkan pemda setem¬pat, kata Bachtul seharusnya dilakukan pengecekan stan¬dardisasi peralatannya sehingga menjamin keamanan pekerja tambang. “Kalau ada izin, ke¬napa pemko mengabaikan pe¬nga¬wasannya? Mestinya, harus ada pemeriksaan berkala, baik soal izin, peralatan maupun jumlah produksinya. Apakah ini su¬dah dilakukan?” tanya Bachtul.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres di lokasi keja¬dian, ledakan tambang yang berlokasi antara Bukit Bual Si¬jun¬jung dan Sawahlunto sekitar pukul 11.00 itu, Kuasa Pertam¬bangan (KP) milik PT Dasrat Sarana Arang Sejati yang dike¬lola CV Kuta Laga Citra Jasa.

PT Dasrat Sarana Arang Se¬jati juga pemilik KP lahan tam¬bang yang meledak tahun 2009 silam, namun waktu itu pe¬nge¬lolanya CV Perdana. Ka¬sus tam¬b¬ang meledak 16 Juni 2009 yan¬g menewaskan 33 orang, itu diusut polisi hingga pengadilan mem¬vonis Direktur CV Perdana Agus¬tar. Pemilik KP PT Dasrat Sarana Arang Sejati ketika itu H Emeldi.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Sawahlunto yang di¬pim¬pin Abdul Bari A Rahim dengan anggota Andi Hendrawan dan Eko Julianto, dalam sidang lan¬ju¬tan yang digelar pada Senin (5/4) tahun 2010, memvonis Agus¬tar 1 tahun penjara. Lebih ren¬dah dari tuntutan jaksa, 2 tahun 6 bulan.

Mendengar putusan, akhir¬n¬ya jaksa banding. Pada Mei 2010, Pengadilan Tinggi Padang memvonis Agustar 3 tahun pen¬jara.

Dalam putusan di PN, ma¬jelis hakim menyatakan barang bukti dikembalikan kepada jak-sa penuntut umum untuk diper¬gunakan dalam perkara lain. Pemilik KP waktu itu sempat diproses di Polda Sumbar, tapi berkasnya bolak-balik ke Kejati Sumbar, lalu ke Polda lagi.

Ketika dikonfirmasi, Ka¬polres Sawahlunto, AKBP Syaf¬rial mengatakan, saat ini pi-haknya masih melakukan pe¬nyelidikan dan belum me¬ne¬tap¬kan tersangka. “Kita juga menjalin koordinasi dengan Dinas Pertambangan dalam mengusut kasus ini,” jelasnya ketika dihubungi Padang Eks¬pres tadi malam. (zil/adi)
[ Red/Administrator ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=49646

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: