Buaya Mengganas di 2 Nagari Warga Diimbau Tidak Main Dekat Sungai

Buaya Mengganas di 2 Nagari
Warga Diimbau Tidak Main Dekat Sungai
Padang Ekspres • Rabu, 05/02/2014 11:30 WIB • Yoni Syafrizal • 218 klik
Painan, Padek—Serangan bu¬aya menghantui warga Nagari Airhitam dan Sambungo, Keca¬ma¬tan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Pasalnya, bina¬tang buas itu, telah beberapa kali menyerang warga di dua nagari itu. Bahkan selama tahun 2013, sudah tiga orang warga yang menjadi korban keganasannya.

Camat Silaut, Irwan yang dihubungi Padang Ekspres ke¬ma¬rin (4/2) mengaku warganya di dua nagari itu memang di¬han¬tui rasa takut saat ini. Sebab keganasan buaya yang tinggal di rawa-rawa sepanjang pinggiran sungai batang Silaut itu, telah sering memakan korban.

“Terakhir warga yang tewas diterkam buaya bernama Supar¬di, 35. Waktu itu korban tengah memancing di sungai. Tanpa disadarinya, seekor buaya me¬nye¬rang,” terangnya.

Dijelaskanya saat itu warga yang melihat kejadian berupaya untuk menolong korban. Tetapi upaya itu kandas, setelah korban ditemukan dalam kondisi yang cukup parah dan sudah tidak bernyawa lagi.

“Aliran sungai batang Silaut yang melintasi Nagari Airhitam dan Sambungo itu, memang memiliki rawa-rawa yang cukup luas. Makanya lokasi itu sangat disenangi buaya untuk tinggal dan berkembang biak,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini popu¬lasi buaya di dua nagari itu se¬ma¬kin bertambah, kondisi ini menjadi ancaman buat warga sekitar.

“Untuk mengantasipasi se¬ra¬ngan buaya itu, kami telah meminta bantuan pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA), Pemkab Pessel, dan pihak terkait lainnya. Disamping juga mengimbau warga me¬ning¬katkan kewaspadaan, de¬ngan tidak bermain-main di sungai atau rawa, terutama di malam hari,” ujarnya.

Diakuinya hingga saat ini memang belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk me¬¬ng¬an¬tisipasi ancaman sera¬ngan buaya itu. Padahal warga di dua nagari itu sudah dicekam rasa takut.

Harapan yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat Silaut, Kusmanto.

“Ancaman serangan buaya di Nagari Airhitam dan Sambu¬ngo sudah menjadi persoalan serius saat ini. Sebab selama tahun 2013 saja, sudah tiga orang warga yang menjadi korban. Kalau tindakan antisipasi belum juga dilakukan oleh pihak ter¬kait, maka dikhawatirkan jum¬lah korban akan semakin ber¬tam¬bah,” ungkapnya.

Kusmanto berharap peme¬rin¬tah melalui instansi terkait segera bertindak.

“Diprediksi kawanan buaya ini mengganas karena habitat¬nya yang terus berkurang akibat pembukaan lahan perkebunan yang terus meningkat. Kondisi itu berdampak terhadap keter¬se¬dian makanan di daerah jela¬jah¬nya. Karena daerah jajahan mencari makan semakin sem¬pit, maka buaya-buaya itu seka¬rang sudah ada yang masuk ke saluran primer dan perkebunan masyarakat,” terang anggota DPRD Pessel itu.

Sementara, Wakil Bupati Pessel, Editiawarman membe¬nar¬kan adanya laporan dari masyarakat dan pemerintahan kecamatan Silaut terkait keresa¬han warga di dua nagari itu.

“ Untuk mengantisipasinya, pemkab akan melakukan tinda¬kan sesuai ketentuan berlaku, sebab buaya adalah binatang langka yang dilindungi,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BKSDA.

“Namun untuk kesela¬ma¬tan, warga diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban kega¬na¬san buaya. Tentunya dengan tidak melintasi kawasan-ka¬wasan yang dicurigai sebagai tempat bermain atau pelintasan buaya di dua nagari itu,” im¬buhnya. (*)
[ Red/Administrator ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=49644

One Response to Buaya Mengganas di 2 Nagari Warga Diimbau Tidak Main Dekat Sungai

  1. baeritahukan ke national geografic,,nantiorang tu datang menangani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: