Sanksi Lelet Dalam Bahas APBD

Sanksi Lelet Dalam Bahas APBD
Senin, 20 Januari 2014 02:33
Hingga 20 Januari 2014, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Barat tahun 2014 belum juga disahkan. DPRD dan Pemprov Sumbar sampai saat ini masih membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2014. Padahal semestinya APBD 2014 sudah diserahkan kepada Kemendagri pada tanggal 30 November 2013 lalu. Kemendagri telah memberikan surat peringatan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno atas keterlambatan tersebut pada tanggal 31 Desember 2013.
Kemendagri masih memberikan tenggang waktu hingga 31 Januari 2014. Jika hingga batas waktu itu, APBD Sumbar 2014 belum juga disahkan dan belum juga diserahkan kepada Kemendagri, maka anggaran pembangunan dari Dana Alokasi Umum (DAU) akan dipotong sebesar 25 persen.
Jika pemotongan itu terjadi, yang dirugikan adalah masyarakat Sumatera Barat. Karena itu diharapkan DPRD dan Pemprov Sumbar dapat memfinalkan pembahasan APBD 2014 dalam pekan ini, sehingga tidak terjadi pemotongan DAU.
Selain Pemprov Sumatera Barat, provinsi lain yang juga mendapat teguran dari Mendagri adalah Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Sumatera Utara dan Pemprov Papua Barat. Diharapkan perseteruan antara jajaran DPRD dan Gubernur Sumbar terkait dengan pembahasan porsi dana bantuan sosial dapat dihentikan. Jangan korbankan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah Sumbar yang jauh lebih besar ketimbang kepentingan politik antara pihak Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan jajaran DPRD Sumbar.
Untuk tingkat kota dan kabupaten, ada empat daerah di Sumatera Barat yang hingga sekarang belum juga mengesahkan APBD Tahun 2014. Daerah tersebut adalah Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Lima puluh Kota dan Kabupaten Solok Selatan. Sanksi yang sama juga akan berlaku bagi daerah kota / kabupaten di Sumatera Barat yang belum juga mengesahkan APBD 2014 dan menyerahkannya ke Kemendagri. Sanksinya berupa pemotongan anggaran DAU dari pemerintah pusat.
Secara umum, benang merah yang menjadi penyebab molornya pembahasan APBD adalah perang kepentingan antara jajaran DPRD dengan pemerintah daerah, khususnya kepala daerah. Persoalan tersebut terjadi dalam pembahasan APBD Sumbar, APBD Kota Padang, APBD Kota Solok, APBD Kabupaten Limapuluh Kota dan APBD Kabupaten Solok Selatan. Aroma “perang” kepentingan itu sangat kentara, bahkan menjadi konsumsi publik.
Pada pembahasan APBD Sumbar 2014 yang menjadi persoalan paling ruwet adalah “perang” kepentingan anggaran bansos dan hibah antara kelompok gubernur dengan jajaran DPRD Sumbar yang terdiri dari berbagai parpol. Terbongkarnya pos anggaran hibah safari dakwah PKS pada APBD Tahun 2013 senilai Rp1,9 miliar merupakan cikal bakal munculnya seteru hebat tersebut.
Sedangkan di Kabupaten Limapuluh Kota, rencana pembangunan kantor terpadu empat SKPD senilai Rp24 miliar dijadikan senjata bagi jajaran DPRD Kabupaten Limapuluh Kota untuk menggolkan kepentingannya. Dampak dari perdebatan sengit antara DPRD dan Pemkab Limapuluh Kota itu menyebabkan APBD daerah tersebut belum juga disahkan sampai saat ini.
Di Kota Solok, juga terjadi perseteruan antara Pemko Solok dan DPRD Kota Solok yang menyebabkan APBD kota tersebut belum juga disahkan. Hal sepele dijadikan bargaining oleh kedua belah pihak. Para politisi di daerah itu rela mengorbankan kepentingan masyarakat dan daerah yang jauh lebih besar. Sedangkan di Kota Padang, pembahasan APBD 2014 molor, selain akibat utak-atik dana bansos dan hibah, disinyalir juga untuk menunda-nunda pelaksanaan Pilkada Kota Padang putaran kedua. Penundaan Pilkada diduga akan sangat menguntungkan kepala daerah yang bakal lengser dan juga kekuatan-kekuatan politik yang dominan di DPRD Kota Padang. **
http://www.harianhaluan.com/index.php/haluan-kita/29158-sanksi-lelet-dalam-bahas-apbd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: