Belanja Rutin APBD Capai 60 Persen APBD 2014 Disahkan, KPU Didesak Gelar Pilkada

Belanja Rutin APBD Capai 60 Persen
APBD 2014 Disahkan, KPU Didesak Gelar Pilkada
Padang Ekspres • Sabtu, 01/02/2014 10:20 WIB • Eka Rianto • 209 klik
Sawahan, Padek—Setelah me¬ngalami beberapa kali pe¬ngun¬du¬ran, DPRD Padang akhirnya menyetujui penetapan APBD 2014 dalam rapat paripurna, kemarin. Nilai APBD 2014 yang ditetapkan mencapai Rp 2,1 triliun. Naik dibanding tahun lalu hanya Rp 1,9 triliun.

Rinciannya, pendapatan daerah Rp 1,916 triliun, belanja daerah Rp 2,168 triliun. Untuk belanja daerah ini, terdiri atas belanja rutin atau tidak lang¬su¬ng Rp 1,335 triliun (60 persen), dan belanja publik atau lang¬sung Rp 832,872 miliar (40 per¬sen).

Dengan pengesahan APBD tersebut, banyak harapan ter¬tum¬pang untuk segera me¬lak¬sa-nakan Pemilihan Kepala Da¬e¬¬¬rah (Pilkada) Padang pu¬ta¬ran ke¬dua. Di APBD tersebut, KP¬U Pa¬dang mendapatkan ja¬tah Rp 12 miliar. Rinciannya, un¬tuk bia¬ya pelaksanaan pil-kada pu¬ta¬ran kedua Rp 8,5 mi¬liar, sisa pu¬taran pertama Rp 2,5 miliar dan kegiatan lainnya Rp 1 mi¬liar.

“Kami harapkan agar Ko¬mi¬si Pemilihan Umum (KPU) bi¬sa segera merencanakan jadwal pilkada putaran kedua. Apalagi, AP¬BD Padang sudah dite¬tap¬kan dan disahkan,” kata ang¬gota Fraksi PKS, Muharlion, saat menyampaikan pendapat akhir Fraksi PKS saat paripurna di gedung DPRD Padang.

Muharlion mengatakan, ke¬pastian pelaksanaan putaran ke¬dua menjadi pertanyaan be¬sar masyarakat. ”Jadi, tunggu apalagi, segera tetapkan jadwal dan tahapan pilkada putaran kedua ini,” pintanya.

Begitu juga yang di¬sam¬paikan anggota Fraksi De¬mok¬rat, Azwar Siry. ”Kami di fraksi meminta agar penyelenggara pil¬kada bisa melakukan ta¬ha¬pan secepatnya,” pinta Azwar Siry.

Pengamat politik dari Universitas Andalas, Dr Asrinaldi meminta KPU Padang tidak membuang-buang waktu lagi. Penundaan pilkada putaran kedua ini makin memicu krisis kepercayaan masyarakat pada Pemko dan DPRD Padang.

”Jika sebelumnya yang men¬¬jadi persoalan adalah ang¬garan, sekarang telah klir. Untuk itu, segera gelar pilkada sebe¬lum pemilihan legislatif. Jangan sam¬pai masyarakat makin apa¬tis terhadap demokrasi,” sebut Asrinaldi.

Asrinaldi menilai pe¬nun¬daan pilkada akibat molornya pengesahan APBD 2014, bisa menyebabkan partisipasi mas¬yarakat rendah.
”Untuk itu, kami meminta agar KPU lebih aktif dalam menyosialisasikan kembali pilkada ini agar par¬ti¬sipasi pemilih meningkat,” ha¬rap¬n¬ya.

Sementara itu, Wali Kota Pa¬dang Fauzi Bahar mendukung pelaksanaan pilkada putaran kedua dilaksanakan sebelum pil¬pres. ”Jika sudah sesuai ke¬ten¬tuan, akan saya dukung,” katanya. (eko)
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=49567

[ Red/Administrator ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: