Tambang Meledak, Lima Tewas

Tambang Meledak, Lima Tewas
Diduga Ada Percikan Api saat Perbaikan Ventilasi (1)
Padang Ekspres • Sabtu, 25/01/2014 10:37 WIB • Redaksi • 678 klik

Sawahlunto, Padek—Masih ingat kasus ledakan tambang batu bara menewaskan 33 orang pekerja di Ngalau Cigak Bukit Bual perbatasan Kota Sawahlunto dan Kabu¬paten Sijunjung 16 Juni 2009 lalu? Kemarin (24/1), musibah serupa kembali terjadi. Lima orang dilaporkan tewas, empat orang lainnya selamat.

Korban tewas diketahui bernama Edi Guru, 31, warga Jorong Empat Jalan Baru, Nagari Bual (sudah dievakuasi). Lalu, Ko¬marudin, 30, warga Tanjungampalu, Keca¬matan Koto VII Sijunjung, Anton, 30, warga Nagari Bukit Bual Koto VII Sijunjung, Ucok, 35, warga Nagari Bukit Bual, serta Irfan, 30, warga Bengkulu. Keempat nama terakhir belum berhasil dievakuasi akibat beratnya medan.

Informasi dihimpun Padang Ekspres di lokasi kejadian, ledakan tambang yang berlokasi antara Bukit Bual Sijunjung dan Sawahlunto sekitar pukul 11.00 itu, ternyata Kuasa Pertambangan (KP) Eksplorasinya milik PT Dasrat Sarana Arang Sejati yang dikelola CV Kuta Laga Citra Jasa. PT Dasrat Sarana Arang Sejati sendiri, juga pemilik KP lahan tambang yang meledak tahun 2009 silam, namun waktu itu pengelolanya CV Perdana.

Ledakan tambang CV Kuta Laga Citra Jasa yang terdiri dari dua jalur itu, menge¬jutkan para pekerjanya. Waktu itu kelima kor¬ban tewas berada dalam satu jalur yang sama (sedangkan keempat korban selamat, berada dalam jalur berbeda, red), sedang menambang seperti biasanya. Namun, tiba-tiba lubang tambang itu meledak.

Nah, waktu itu hanya jasad Edi Guru yang berhasil dievakuasi oleh rekan-rekannya setelah terlempar dan terpisah dari keempat korban tewas lainnya. Setelah itu, jasad Edi Guru dilarikan ke RSUD Sawahlunto untuk divisum. Sedangkan keempat korban tewas lainnya, sampai pukul 20.00 belum berhasil dievakuasi oleh tim BPBD Sawahlunto dan BPBD Sijunjung akibat beratnya medan dan banyaknya material longsoran akibat ledakan.

Kepala BPBD Sawahlunto Deswanda didampingi Kepala BPBD Sijunjung Hardiwan di lokasi kejadian mengatakan, korban Edi bisa dievakuasi karena berada di luar reruntuhan longsor, sehingga bisa langsung dievakuasi pekerja lain.

“Korban Edi terlempar ke luar dan terpisah dari keempat korban lainnya. Sedangkan keempat korban lainnya, berada di kedalaman 80 meter terhalang material longsoran mencapai ketebalan 10 meter, sehingga para korban masih belum bisa kita evakuasi,” ungkap Deswanda kepada Padang Ekspres.

Musliadi selaku Direktur CV Kuta Laga Citra Jasa menyebutkan, lubang tambang yang sudah empat tahun diolah tersebut kedalamannya mencapai 150 meter. Di mana pada setiap lubang terdapat 8 unit blower untuk mengeluarkan zat beracun dari dalam lubang. “Untuk menghindari pekerja dari keracunan gas metan, terdapat 8 unit blower dalam setiap lobang,” jelasnya kepada wartawan di lokasi kejadian kemarin.

Beberapa saksi di lokasi kejadian mengatakan, sebelum ledakan terjadi, salah seorang korban bernama Irfan yang sudah enam tahun menjadi teknisi listrik di perusahaan tersebut, berniat masuk ke dalam lubang untuk memasang blower. Namun tak beberapa lama kemudian, tiba-tiba terdengar ledakan keras yang menimbulkan semburan api di seluruh lubang.

Menurut dugaan para saksi yang berada di luar lubang, ledakan tersebut diduga terjadi akibat percikan api dari korsleting listrik di dalam lubang. Percikan api itu langsung menyambar gas metan yang banyak terkandung di dalam lubang dan terjadilah ledakan.

“Sepengetahuan kami, korban Irfan masuk ke dalam lubang untuk memasang blower, dan kemungkinan terjadi korsleting listrik sehingga menyambar zat metan, dan terjadilah ledakan,” ungkap salah satu pekerja yang tak mau disebutkan namanya.

Arif, 23, salah satu korban selamat dari ledakan maut itu menuturkan, ledakan keras tersebut membuat tanah bergetar. Arif sendiri berhasil selamat karena dilindungi lori (alat angkut batu bara dan material tanah, red), tak jauh darinya.

Sedangkan ketiga temannya saat ledakan secara spontan berlindung pada dinding. Sehingga Arif dan tiga temannya berhasil terhindar dari semburan api. Keempatnya berhasil keluar dengan mengikuti jalur lori, karena seluruh ruangan lubang gelap.

“Ketika ledakan terjadi, saya juga berada di dalam lubang dengan tiga teman lainnya. Saat ledakan, saya sempat melihat sosok tubuh terbang dan terhempas keras pada dinding lubang, dan ternyata tubuh tersebut adalah korban Edi Guru,”ungkap Arif yang masih terlihat trauma ketika ditemui Padang Ekspres tak jauh dari rumahnya di Jorong Empat Jalan Baru, Nagari Bukit Bual Koto VII.

Peristiwa ledakan maut tersebut, mengundang perhatian ratusan warga dari Talawi Sawahlunto dan sekitarnya, termasuk warga Nagari Bukit Bual Sijunjung. Guna menghindari kemungkinan tak diinginkan, polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian. Puluhan personel Polres Sawahlunto, 20 petugas BPBD Sijunjung dan Sawahlunto ikut dalam proses evakuasi korban.

Jasad Edi Guru langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan usai divisum di RSUD Sawahlunto sekitar 15.30 wib. Isak tangis keluarga korban, terutama istrinya pecah ketika jasad tiba di rumah duka. Sekitar pukul 17.30, jasad Edi Guru dipulangkan ke rumah orangtuanya di Nagari Limokoto, Kecamatan Koto VII.

Sekitar pukul 21.00, pihak keluarga almarhum Edi Guru menyepakati mengebumikan almarhum. Almarhum Edi dikuburkan persis di belakang rumah orang tuanya. (h/t/hry/wn/eri)
(baca sambungan beritanya – 2)
[ Red/Administrator ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=49454

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: