Waspadai Rawan Pangan Akibat Bencana

Waspadai Rawan Pangan Akibat Bencana
Padang Ekspres • Berita Nasional • Jumat, 01/11/2013 11:47 WIB • Redaksi • 51 klik
Limapuluh Kota, Padek—Ben¬cana alam ban¬jir dan long¬sor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh baru-baru ini cukup meng¬kha¬watirkan. Se¬bab berpotensi menyebabkan produksi padi dan ikan petani akan me¬nurun, bahkan gagal panen. Sehingga berpotensi me¬nyebabkan rawan pangan bagi daerah.

Data sementara yang te¬lah berhasil dikumpulkan pihak Badan Penang¬gu¬la¬ngan Bencana Daerah (BP¬BD) Limapuluh Kota, sedi¬kitnya 300 hektare sawah petani dan puluhan kolam ikan terkena dampak ben¬cana banjir dan longsor. Pada banjir dan longsor yang ter¬jadi di Kecamatan Harau, Pa¬yakumbuh dan Kecamatan Luak.

Data yang masuk ke BP¬BD Limapuluh Kota untuk sementara, ada sekitar 300 ha sawah yang tergenang banjir dan terkena dampak longsor di Kabupaten Lima¬puluh Kota. Begitu juga di Kota Payakumbuh, namun jumlah lahan pertanian di Kota Payakumbuh tidak se¬luas di Kabu¬paten Lima¬puluh Kota. Se¬hingga dam¬paknyapun tidak mengan¬cam daerah itu jadi krawan pa¬ngan.

Informasi yang berhasil dihimpun Padang Ekspres, saat terjadi bencana banjir dan longsor di Lima¬puluh Kota, sawah terendam yang cukup banyak terjadi di Nagari Taram, Batu Balang dan Bukik Limbuku, Keca¬matan Harau dan Nagari Koto Baru, Kecamatan Paya¬kumbuh. Sementara yang terkena dampak longsor di Nagari Sikabu-kabu, Tan¬juang Haro Padang, Ke¬ca¬matan Luak.

Selain itu, sejumlah ko¬lam ikan milik warga juga terkena dampak banjir. Ba¬nyak ko¬lam ikan yang ter¬genang air dan ika¬nnya sudah pindah tempat, akibat be¬sarnya debit air yang me¬rendam hingga ke kolam ikan milik warga. ”Ikan di kolam saya jadi pindah ke sungai saat terjadi banjir,” ungkap Wahyu, salah seorang warga nagari Taram, Keca-matan Harau.

Menurut Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabu¬paten Limapuluh Kota, Gus¬dianto, salah satu dari 3 indikator penyebab daerah rawan pangan memang ter¬jadinya gagal panen yang disebabkan oleh bencana alam, banjir longsor atau serangan hama penyakit. Namun Gusdian mengaku belum mendapat data rinci terkait dampak bencana yang terjadi di Limapuluh Kota.

“Ada 3 indikator penting untuk melihat suatu daerah mengalami kerawanan pa¬ngan atau tidaknya. Indi¬kator pertama harga pangan yang cukup tinggi, adanya kasus gizi buruk yang dite¬mukan dan yang ke 3 adalah gagal panen akibat terjadinya bencana alam,” sebut Gus¬dian yang dihubungi via tele¬pon genggamnya saat meng¬hadiri Pameran Hari Pangan Internasional di Aiepacah, Padang, Kamis (31/10).

Lebih jauh dijelaskan Gusdian, jika sudah 30 per¬sen dari luas lahan pertanian yang menjadi sumber pa¬ngan mengalami gagal pa¬nen, barulah itu akan sangat berpotensi terjadinya kera¬wanan pangan. Sementara Dari sisi tanaman pangan yang cukup banyak dikon¬sumsi masyarakat saat ini adalah beras. Sehingga jika 30 persen sawah mengalami gagal panen akibat bencana atau serangan hama, dipas¬tikan suatu daerah me¬nga¬lami kerawanan pangan.

“Kita di Limapuluh Kota, belum mengalami kera¬wa¬nan pangan. Jika itu terjadi di kecamatan, kita sudah memiliki lumbung pangan di sejumlah kecamatan. Artinya ada sekitar 3 hingga 4 ton stok gabah kering di sejum¬lah kecamatan,” sebutnya.

Menurut Gusdian, di Ke¬ca¬matan Harau, Akabiluru, Payakumbuh ada lumbung bidang kerawanan pangan. Tempat itu sebagai tempat stok untuk menaggulangi, jika terjadi kerawanan pa¬ngan di kecamatan. “Selain Kecamatan Suliki, Guguak, Gunung Omeh dan Kapur IX, sudah ada lumbung bi¬dang ketahanan pangan,” tambahnya.

Sedikitnya ada sekitar 40 ton gabah kering giling atau sekitar 30 ton jika nanti diolah menjadi beras meru¬pakan stok untuk Limapuluh Kota

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lima¬puluh Kota, Afrizul Nazar menjelaskan, pangan Kabu¬paten Limapuluh Kota masih aman. Artinya tidak terjadi kerawanan pangan saat ini. (fdl)
[ Red/Administrator ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: