23 Kali Gempa Susulan, 496 Rumah Rusak di Tangse

23 Kali Gempa Susulan, 496 Rumah Rusak di Tangse
Kamis, 24 Oktober 2013 03:30 WIB
Firman Zubir | The Globe JournalKondisi salah satu rumah di Pulo Kawa, Tangse setelah digoyang gampa 5.6 SR Selasa (22/10/2013).
Banda Aceh – Dampak gempa tektonik berkekuatan 5,6 pada Skala Richter yang menguncang Aceh, Selasa (22/10) petang, mengakibatkan 496 unit rumah penduduk di 15 Desa dalam wailyah Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie ikut rusak, termasuk mesjid, musalla, balai dasa, sekolah, puskesmas serta jembatan dan jalan juga ada yang terbelah.
Warga di kawasan itu meski sudah mulai agak tenang, tetapi tetap dalam keadaan was-was karena masih terjadi beberapa kali gempa susulan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pidie Afriadi kepada SP saat dikonfirmasi via telpon di Pidie, Rabu (23/10) malam menyebutkan, data sementara tingkat kerusakan rumah mencapai 496 unit, 9 mesjid, 8 Musalla, 13 Sekolah, 36 Toko, 2 Jembatan, 1 Puskesmas, 7 Kios serta ruas jalan desa dan jembatan juga ikut hancur pasca gempa.
Dari data tersebut, sebanyak 30 persen rumah mengalami rusak parah dan sama sekali tidak bisa digunakan lagi, sedangkan sebagian besar meski ada yang dindingnya roboh, namuh masih bisa direhab, keadaan di sana hingga, Rabu (23/10) malam banyak korban memilih bertahan pada tenda darurat yang dibikin sendiri pada lokasi rumah masing-masing. Hal ini dilakukan selain untuk menjaga harta benda yang selamat juga banyak korban engan bergabung pada tenda pengungsian yang disiapkan pemerintah.
Padahal, pemerintah bersama tim penangulangan bencara Pidie telah mempersiapkan tenda untuk tempat pengungsian, namun hingga malam ini masih sangat minim korban yang memanfaatkan posko tersebut, karena kebanyakan mereka memilih untuk tetap bertahan di tanah masing-masing.
BPBD Pidie telah meminta bantuan 150 tenda kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat. Tenda itu akan menjadi hunian sementara bagi warga Tangse yang menjadi korban gempa.
Menurut, Apriyadi, pihaknya sangat membutuhkan 150 unit tenda untuk disalurkan kepada korban gempa. Tenda ini dibutuhkan karena korban tidak mau dikonsentrasikan di lokasi pengungsian.
Walaupun BPBD Pidie telah meminta bantuan 150 unit tenda, tetapi mereka mengaku belum memiliki data ril tentang jumlah jiwa korban gempa yang harus menghuni di tendam sebab hingga saat ini masih dilakukan pendataan.
Pemerintah Pidie telah menetapkan masa tanggap darurat selama 12 hari di Tangse. Saat ini, ratusan orang tinggal di tenda-tenda yang terbuat dari terpal/plastik setelah rumah mereka rusak diguncang gempa berkekuatan 5,6 pada skala Richter.
Gempa Susulan
BMKG Mata Ie Banda Aceh mencatat 23 kali gempa susulan terjadi setelah gempa berkekuatan 5,6 pada skala Richter kemarin, di Tangse telah terjadi gempa susulan sebanyak 23 kali, sebut Staf Stasiun Geofisika Mata Ie Servina.
Ia menambahka,n gempa susulan itu berkekuatan di bawah 4 SR. Tetapi karena gempa berpusat di darat getarannya langsung dirasakan oleh warga setempat. [Antara, Berita Satu
http://theglobejournal.com/sosial/23-kali-gempa-susulan-496-rumah-rusak-di-tangse/index.php

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: