3,1 Juta Ha Lahan Terancam Alih Fungsi

3,1 Juta Ha Lahan Terancam Alih Fungsi

Mentan: Mendesak Pembukaan Lahan Baru

Padang Ekspres • Rabu, 23/10/2013 11:04 WIB • Redaksi

Padang, Padek—Upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasio­nal, terancam alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan sawit. Saat ini tercatat, dari 8,1 juta ha sawah di Indonesia, sebanyak 3,1 juta ha atau sekitar 40 persen terancam alih fungsi lahan.

 

Kekhawatiran itu dikemukakan Menteri Pertanian Suswono kepada wartawan dalam seminar nasional Hari Pangan Sedunia ke-33 bertajuk ”Opti­malisasi Sumberdaya Lokal Melalui Diversifikasi Pangan Menuju Keman­dirian Pangan dan Parbaikan Gizi Masyarakat Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”, di Hotel Pange­ran Beach, Padang, kemarin (22/10).

 

Mentan juga menekankan bahwa faktor tata ruang dan tata bangunan pemerintah daerah juga menjadi salah satu faktor penentu alih fungsi lahan tersebut. Pembukaan lahan baru meno­pang kebutuhan pangan mendesak dilakukan di masa datang.

 

”Tahun 2045 mendatang diperki­rakan kebutuhan pangan masyarakat dunia meningkat 70 persen, perkiraan­nya jumlah penduduk mencapai 9 miliar. Sementara dalam 10 tahun ter­akhir ini, di Indonesia sudah terjadi alih fungsi lahan pertanian dari sawah men­jadi lahan sawit. Alih fungsi lahan ini me­ru­pakan salah satu ancaman keta­hanan pangan di Indonesia,” ujar Suswono.

 

Ia mengatakan, konversi lahan sudah terjadi mencapai 100 ribu ha. Sementara kemampuan mencetak sawah baru hanya 50 ribu ha. Tidak hanya itu, kondisi irigasi di Indonesia pun mengalami kerusakan sampai 52 persen, dan mem­butuhkan dana sekitar Rp 2 triliun untuk memperbaiki hal tersebut.

 

”Permasalahn lain juga dihadapi adalah adanya perubahan iklim, derivasi dari pemanasan global, degradasi sumber daya lahan, erosi dan longsor, pencemaran, dan luasnya lahan terlan­car. Inilah ancaman dalam mencapai tar­get ketahanan pangan,” terang Suswono.

 

Menghadapi ancaman ini, tam­bahnya, perlu diambil beberapa langkah dari sekarang seperti pembukaan lahan baru. Indonesia sendiri tahun 2025 mendatang, membutuhkan lahan baru seluas 4,7 juta ha untuk tanaman padi, kedelai, dan jagung. Untuk padi saja dibutuhkan 1,4 juta ha, kedelai 2 juta ha, dan jagung 1,3 ha. ”Termasuk juga memanfaatkan potensi lahan pekarang­an sekitar 10 juta ha,”  tutur Suswono.

 

Kementan sendiri, tambahnya, tetap menetapkan pencapaian swasembada daging, meskipun konsumsi daging masyarakat Indonesia masih dalam skala minoritas. Pasalnya, kebijakan ini lebih diarahkan pada upaya mening­katkan support kepada peternak untuk meningkatkan produksi. Selain itu, daging lebih memiliki nilai jual lebih tinggi dari barang pangan lainnya. ”Kita menyadari konsumsi masyarakat Indonesia itu mayoritas sekitar 67 persen adalah unggas. Sementara daging hanya sekitar 16 persen,” ucapnya.

 

Suswono juga menjelaskan bahwa sebagai negara agraris, memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat merupakan suatu kewajiban. Untuk itu, pemerintah pun mencanangkan swa­sem­bada lima kebutuhan masyarakat. Yaitu, padi, jagung, kedelai, gula, dan daging. Namun Suswono tidak me­ngatakan, lima swasembada ini bisa terwujud di 2014 atau tidak.

 

”Yang jelas tekad mewujudkan lima swasembada ini harus selalu kita kuat­kan. Apakah bisa terwujud di 2014, tentu ada hal lain. Seperti swasembada kedelai dan gula yang bisa saja tidak terwujud. Kalau memang ada kendala, kendalan­nya apa akan kita pelajari,” ucapnya.

 

Untuk memenuhi hal ini, maka perlu dilakukan peningkatan produksi berupa penambahan luas area tanaman. Khusus untuk beras, Suswono melihat produksinya masih lambat meskipun jumlahnya sudah tinggi dari negara seperti Thailand dan Myanmar.

 

Ilustrasi | Foto: belantaraindonesia.org |

Ilustrasi
| Foto: belantaraindonesia.org |

”Produksi kita itu sudah 5,2 ton per tahun. Sementara Thailand hanya 5 ton per tahun. Masalahnya terletak pada jumlah penduduk Indonesia yang empat kali lipat dari Thailand. Ini masalahnya, jadi kebutuhan kita lebih besar dari produksinya,” ucapnya. (ayu)

[ Red/Administrator ]

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=48025

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: