Walhi Sumut Imbau Semua Calon Angkat Isu Penyelematan Lingkungan

Ilustrasi | Foto: kompas.com |

Ilustrasi
| Foto: kompas.com |

TAPUT– Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, mengimbau agar semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Taput yang akan menyampaikan komitmen dalam visi misi mereka kepada masyarakat agar mengangkat isu penyelamatan lingkungan. Jika sosialisasi yang akan dilakukan seluruh pasangan calon (paslon) tidak ada menyinggung soal penyelamatan lingkungan, maka seluruh paslon perlu diragukan.

Demikian diungkapkan Ketua Walhi Sumut Kusnadi, Jumat (20/9) saat dihubungi melalui telepon selulernya menanggapi sosialisasi calon Bupati dan Wakil Bupati Taput  yang akan bertarung 10 Oktober mendatang.

“Jika persoalan isu penyelamatan lingkungan dalam konteks pembangunan ekonomi Taput tidak dimasukkan di sosialisasikan paslon, maka itu perlu kita ragukan komitmennya terhadap lingkungan,” ungkap Kusnadi.

Letak geografis Kabupaten Taput, yang merupakan daerah hulu sejumlah aliran sungai penting, seperti Sungai Aek Bilah di Kecamatan Garoga dan Sungai Aek Sarulla di Kecamatan Pahae Jae, harus menjadi proyek penyelamatan vital lingkungan yang harus diperhatikan.

Jika lingkungan dan ekosistem pada daerah aliran sungai itu rusak, maka pembangunan akan terganggu. “Tidak hanya pembangunan sarana dan prasarana. Bahkan, kerusakan daerah aliran sungai yang cukup besar itu, dapat mengakibatkan bencana besar yang tentunya berdampak bagi keselamatan masyarakat,” papar Kusnadi.

Dia menyebut, pada bagian hilir Kabupaten Taput, terdapat dua potensi ekonomi besar yang bernilai sangat tinggi yang harus diselamatkan. Masing-masing potensi geothermal (energi panas bumi) dan ekosistem hutan konservasi Batang Toru. ”Jika lingkungan di kedua potensi itu sudah rusak, maka kerugian besar bukan hanya di Taput. Tapi Sumut dan bangsa ini,” tandasnya.

Selain potensi di hilir, sambung Kusnadi, potensi ekonomis Danau Toba di Kecamatan Muara, juga harus diperhatikan dan disosialisasikan oleh paslon. ”Jika kawasan daerah tangkapan air Danau Toba yang di Kecamatan Muara itu dirusak, maka kerugian besar akan terjadi di Taput. Ini perlu disosialisasikan dan menjadi bagian dari visi misi mereka,” terangnya.

Terakhir, Kusnadi juga mengimbau, agar siapapun Bupati dan Wakil Bupati Taput terpilih nanti, tidak menjadi bagian dari perusak lingkungan. ”Contohnya, pemberian izin penebangan hutan dan izin industri yang tidak ramah lingkungan.

Janganlah menjadi kepala daerah yang menjadi perusak lingkungan. Mari kita lestarikan lingkungan untuk ekowisata yang lestari,” pungkas Kusnadi. (hsl/mua)

http://www.metrosiantar.com/2013/terkait-sosialisasi-cabupcawabup-taput/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: