Sejahterakan Petani Indonesia

Sejahterakan Petani Indonesia

Padang Ekspres • Selasa, 24/09/2013 13:21 WIB • Sulas • 88 klik

Sejahterakan Petani Indonesia

Tahun ini adalah peri­ngatan ke- 53 tahun Hari Tani Na­sional yang jatuh 24 September sejak UU tentang Agraria disahkan. Dalam UU Agraria disebutkan bahwa di dalam Negara Republik Indonesia yang susunan kehidupan rak­yatnya, ter­ma­suk pereko­no­miannya, ter­uta­ma masih ber­corak agraris, bumi, air dan ruang ang­ka­sa, sebagai ka­ru­nia Tuhan Yang Maha Esa mem­­punyai fung­­si yang amat pen­ting un­tuk mem­ba­ngun mas­ya­ra­kat yang adil dan mak­­mur. Adil dan mak­mur ada­lah kata yang harus diga­ri­s­­bawahi karena ke­nyataannya masih bertolak bela­kang. sobeX mungkin tidak terlalu mem­­perhatikan kondisi pertanian saat, namun bagi Beby Amalia, ma­hasiswa Fakultas Pertanian Unand kon­disi pertanian saat ini menjadi perhatian utama­nya. Menurutnya, kon­disi pertanian di Indonesia ma­sih lemah dan jauh di bawah ne­gara lain  padahal kita tahu bahwa Indo­nesia terkenal sebagai negara agra­ris. Menurut Beby, kondisi ini dise­bab­kan oleh konsep pertanian yang ma­sih tradisional dengan orienta­si­nya hanya sebatas konsum­si pri­badi. Beby juga menam­­bah­kan, untuk memperbaiki kon­disi perta­nian di masa de­pan kita harus terus belajar. “Peran kita sebagai generasi muda adalah belajar.  Dengan belajar kita bisa mendapat ilmu pe­ngetahuan. Setelah itu kita bisa men­­cari solusi dari semua perma­sa­lahan yang ada dan yang paling pen­ting adalah cin­tai produk Indonesia dan me­makainya,” ungkap­nya. Beby ber­harap Indonesia man­diri dan makmur tahun 2045  ter­­uta­ma dalam bidang per­ta­­nian.

 

Kondisi pertanian yang dinilai kurang berkembang juga dirasakan Syajratu Emmal Khairati, juga mahasiswa Fakultas Pertanian Unand. Secara keseluruhan perta­nian di Indonesia itu 50:50. Mak­sud­­nya, jika kita bicara tentang pe­tani itu sendiri, kehi­dupan­nya su­dah membaik, da­pat dilihat dengan sudah meratanya ke­lom­pok tani yang menunjang usaha tani mere­ka. Namun melihat dari siste­mnya, ini masih banyak terdapat kesala­han, karena kita masih berada pada sta­tus importir pangan terbesar di dunia,” ungkapnya.

 

Belajar dengan kondisi yang di­alami di bidang pertanian ba­nyak ha­rapan yang muncul dari masya­ra­kat khususnya generasi muda. Siti Nur Aisyah, mahasiswa S2 Unand berharap ke depan petani bisa sejahtera dengan se­mua yang telah dilakukan. “Kon­disi ini akan terwujud jika peme­rin­tah lebih bijaksana mengatur pro­gram yang direncanakan, ter­uta­ma di bidang perdagangan dan akses petani agar mudah menjual pro­duknya. Di massa depan Siti ber­harap petani bisa menguasai pa­sar sendiri ­dan terlepas dari po­litik tengkulak yang semakin mem­perburuk keadaan. (sulas)

[ Red/Administrator ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: