PLTU Teluk Sirih Belum Optimal

2409201310521930042013104552pembangkit-listrik-teluk-siriPLTU Teluk Sirih Belum Optimal

Padang Ekspres • Selasa, 24/09/2013 10:50 WIB • Redaksi • 96 klik

Padang, Padek—PLN Sum­bar hingga kini belum bisa memastikan kapan pema­da­man listrik di Sumbar ber­akhir. Sebab, PLTU Teluk Sirih yang diharapkan bisa meng­atasi defisit daya listrik itu, hingga kini belum bisa ber­operasi maksimal.

 

Kapasitas 1×100 MW dari total 2×100 MW PLTU Teluk Sirih masih dalam proses ko­misioning (uji coba) sejak pertama beroperasi pada 10 September lalu. Generator baru bisa beroperasi maksimal apabila proses komisioning telah mencapai 100 persen.

 

“Meski pengerjaannya te­lah selesai, namun dayanya belum bisa kita masukkan ke system karena sedang mela­kukan komisioning generator,” ujar Deputy Manager Humas PT PLN Wilayah Sum­bar, Ridwan kepada Padang Ekspres kemarin.

 

Pengoperasian generator itu, kata Ridwan, akan dila­kukan secara bertahap. Untuk ta­hap awal, dioperasikan de­ngan beban daya 30 persen. Ji­ka dalam pengoperasiannya ber­jalan lancar, ditambah be­ban­nya 60 persen, 90 persen hingga akhirnya beroperasi maksimal.

 

Dalam masa proses uji coba itu, jelas Ridwan, PLN terus melakukan pemeriksaan dan evaluasi peralatan,

seperti sistem bahan bakar generator dan sebagainya. Jika pada proses komisioning dite­mukan kerusakan, kata Rid­wan, ini menjadi tanggung jawab kontraktor.

 

Bagaimana pula kondisi PLTU Ombilin? “Kini sedang proses pemasangan generator bekas yang didatangkan dari PLTU Indra Raya di Jawa. Proses pemasangan juga tidak bisa cepat karena beratnya mencapai 195 ton,” ujarnya.

 

Kapasitas generator bekas itu hanya 65 MW. Tidak sama de­ngan generator yang rusak saat ini 100 MW. Itu pun be­lum bi­sa beroperasi maksimal kare­na juga harus menjalani komisioning.

 

PLTU Ombilin juga sedang memesan generator baru dari Eropa. Sayangnya, pihak PLTU Ombilin belum bisa memas­tikan kapan generator tersebut tiba di tanah air. “Yang nama­nya mesin baru, prosesnya tetap saja sama. Sebelum ma­suk sistem, harus menjalani komisioning. Untuk Ombilin ini, kami juga belum bisa me­mas­tikan kapan pro­ses­nya akan selesai,” terang­nya.

 

Anggota Komisi III DPRD Sumbar, Buzarman menga­takan, “Sebelum saya duduk di DPRD Sumbar, saya sudah 30 tahun berkecimpung di Aso­siasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI). Jadi, saya tahu persis soal listrik ini. Saya meragukan umur mesin PLTU Teluk Sirih dari China. Soalnya produk China diragukan bisa diandalkan sampai puluhan tahun. Karena, untuk generator yang terbaik dan bisa dian­dalkan itu produk Eropa se­perti buatan Jerman dan Ing­gris, meski mahal.”

 

Apa pun alasannya, DPRD tetap mendesak PLN konsisten mengakhiri krisis listrik di Sumbar. Buzarman juga me­nye­salkan PLTA Kotopanjang yang belum maksimal daya yang dihasilkan.

 

“Sektor Kotopanjang ini bisa menghasilkan 100 MW. Kenyataannya hanya 70 MW, itu pun sebesar 10 MW untuk menutupi kebutuhan pem­bangkit. Saya sudah tanyakan soal itu ke pembangkit Koto­panjang, tapi alasannya masih menunggu kajian litbang. Pa­da­hal, daya yang dihasilkan sektor ini bisa dimak­si­mal­kan,” tegasnya. (zul)

[ Red/Administrator ]

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=47452

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: