Warga Tongar Usir Pekerja

Warga Tongar Usir Pekerja | Foto: Padang Ekspres |

Warga Tongar Usir Pekerja
| Foto: Padang Ekspres |

Kembali Duduki Lahan PT Tunas Rimba

Pasbar – Sengketa lahan perkebunan sawit di Kenagarian Aiagadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat tak kunjung tuntas. Gerah dengan kondisi itu, ratusan warga transmigran kembali menduduki lahan yang kini digarap PT Tunas Rimba (TR). Mereka melarang pegawai PT TR bekerja dan memblokir jalan masuk menuju lahan perkebunan dengan dalih izin perusahaan telah dicabut Bupati Pasbar. Mereka mengklaim lahan itu milik warga transmigran dari Jawa Barat pada 1953 lalu.

Pantauan Padang Ekspres Jumat (12/7), ratusan warga Tongar menuju permukiman perusahaan dengan tujuan untuk bertemu manajemen perusahaan.

Kecewa tidak bisa bertemu dengan pihak perusahaan, mereka lalu melarang para buruh bekerja di lahan itu. Warga Tongar ini juga merazia pekerja yang sedang panen sawit di kebun dan memblokir lahan sengketa dengan tulisan, “Dilarang memasuki, melintas dan berkendaraan di atas tanah milik masyarakat Jorong Tongar tanpa seizin pemilik, sesuai pasal 551 KUHP.”

“Kami minta tidak ada aktivitas buruh perusahaan, termasuk memanen sawit di lahan sengketa ini. Kami ingin penegak hukum mengusut kasus tindak pidana yang telah merugikan masyarakat ini,” jelas Koordinator Lapangan, Khairul Amri kepada Padang Ekspres di Tongar, Jumat sore (12/7).

Menurutnya, alasan warga melarang buruh perusahaan beraktivitas karena perusahaan tidak berwenang lagi mengelola perkebunan. Hal ini sesuai Perpres RI Nomor 77 tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup untuk Penanaman Modal.

Dalam aturan ini, usaha perkebunan dengan luas ku­rang dari 25 hektare harus ada izin usaha daftar perkebunan dari pemkab. Warga Tongar berencana akan melaporkan persoalan ini ke Gubernur dan Kapolda Sumbar. Sebab, sela­ma ini laporan mereka tidak ada yang ditindaklanjuti. “Senin kita akan menghadap Kapolda,” jelas Khairul Amri.

Sebelumnya, ratusan Aliansi Masyarakat Mahasiswa Pembela Rakyat (Ampera), Kabupaten Pasbar berunjuk rasa ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pasbar, Rabu (3/7). Warga meminta surat yang diterbitkan BPN dipertanggungjawabkan ke­ab­sahannya sesuai aturan.

Warga menilai lahan yang digarap PT TR milik warga Tongar saat transmigrasi dari Jawa Barat pada 1953 lalu. Sekadar diketahui, lahan yang diizinkan bupati untuk ditempati adalah antara Batang Lingkin dan Batang Umpai di pengairan Batang Tongar sebanyak 300 kepala keluarga (KK) atau 1.000 orang. Karena ada SK Bupati itu, maka datanglah para transmigran dari Suriname di Teluk Bayur pada 5 Februari 1954.

Mereka kemudian menggarap lahan yang diberikan pemerintah. Di tahun 1968, ada penambahan transmigrasi dari Pulau Jawa sebanyak 101 KK dan diberikan lahan seluas dua hek­tare/KK (perumahan 2.500 m2, perladangan 17.500 m2).

Lalu tahun 1976 dilakukan pendaftaran pertama untuk sertifikat hak milik tanah yang mencapai 202 persil. Sedang­kan tahun 1986-1987, masuklah CV Tunas Rimba Raya (TR) yang dipimpin Edi Hartono untuk menyewa lahan guna digarap tanaman ubi dengan sewa tanah Rp 15 ribu per hektare yang dibayar setelah penen.

Hak lahan yang diserahkan melalui Menteri Transmigrasi RI puluhan tahun lalu, tidak ada kejelasan. Ada penyerahan sertifikat tahun 90-an, dari 100 sertifikat hanya 53 sertifikat dikembalikan, juga ada indikasi penggandaan sertifikat lahan.

Sebelumnya, Bupati Pas­bar H Baharuddin R juga telah menyampaikan bahwa surat izin daftar usaha perusahaan itu telah dicabutnya. Bahkan, bupati telah mengunjugi warga Tongar Kamis (4/7) lalu untuk melihat keadaannya. Namun, terkait adanya dugaan tindak pidana dalam persoalan ini, Baharuddin menyebut itu tugas kepolisian.

 

Sumber: Padang Ekspres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: