Pers Release: DISKRIMINASI HUKUM DAN BACKING APARAT

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumatera Barat

 
“DISKRIMINASI HUKUM DAN BACKING APARAT;
Anak Cucu Kemakan Ninik Mamak Nagari Koto Baru Pasaman Barat Meradang”
 
Tanggal 20 Mei 2013 merupakan hari yang pilu bagi anak Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat yang tergabung dalam kelompok Tani Harapan Nagari Koto Baru. Sejumlah orang yang diduga adalah orang-orang PT. Prima Mulia Jaya (PMJ) dan KUD Dastra secara bersama-sama melakukan pembakaran Mushalla, barak dan rumah warga. Dari hasil ivestigasi Tim PBHI Sumatera Barat, dugaan pembakaran diikuti dengan penyerobotan, pencurian buah Sawit serta pembongkaran rumah milik kelompok Tani Harapan. Ironisnya, aksi brutal dan mararah tersebut dihadiri oleh sejumlah aparat dari Kepolisian Resor Pasaman Barat.
 
 
Secara hukum lahan perkebunan yang dikuasai oleh Kelompok Tani Harapan di Kenagarian Koto Baru merupakan Tanah Ulayat mereka yang penguasaannya diperoleh dari Ninik Mamak Nagari Koto Baru. Namun pihak PT. PMJ dan KUD Dastra telah mengklaim kemudian melakukan penyerobatan terhadap lahan tersebut atas dasar Hak Guna Usaha (HGU) Nomor : 3/HGU/BPN/1998 tanggal 20 Jauari 1998 yang berlokasi di Kecamatan Kinali, bukan di Kecamatan Luhak Nan Duo, di mana Nagari Koto Baru terletak di Kecamatan Luhak Nan Duo tersebut.
 
 
Aksi main hakim sendiri yang diduga dilakukan oleh orang-orang pihak PT PMJ telah mengakibatkan rumah Rapini (30 th), salah satu anggota kelompok Tani Harapan hangus dibakar, sehingga Rapini kehilangan harta benda dan tempat berteduh semata wayang miliknya sekeluarga. Hingga kini Rapini terpaksa tinggal di gubuk kecil yang sangat memprihatinkan. Sedangkan rumah Rustam Silalahi (31 th) alias Lala dibongkar oleh orang-orang PT. PMJ di bawah pengawalan puluhan aparat kepolisian. Aksi mararah tersebut berlanjut dengan perusakan dan penghancuran sebuah Mushalla yang dibangun kira-kira 13 tahun yang silam. Sebagai satunya-satunya tempat beribadah bersama, Mushalla tersebut tinggal puing dan kenangan dan mereka tidak bisa lagi beribadah selayaknya, termasuk Tarawih berjama’ah seperti yang dilalukan oleh umat Islam umumnya. Pembakaran Mushalla tersebut tidak hanya merupakan perbuatan melawan hukum (kejahatan), melainkan pelanggaran hak atas kebebasan beragama yang sangat melukai hati kita sebagai umat Islam.
 
 
Dalam catatan PBHI Sumatera Barat, tercatat beberapa pelanggaran HAM dan pelanggaran hukum yang dialami oleh kelompok Tani Harapan, yaitu: Pertama, hak atas persamaan kedudukan di hadapan hukum dan hak atas kepastian hukum. Dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945, ditegaskan “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum”. Begitu juga dengan hak atas kehidupan dan perlindungan milik pribadi, hak atas  perlindungan (Pasal 28G dan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945 juncto Pasal 30 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM); Kedua, perusakan, pembongkaran, pembakaran rumah dan rumah ibadah bukan hanya sekedar pelanggaran hukum, namun merupakan pelanggaran HAM yang secara nyata terjadi di hadapan puluhan aparat sang penjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat; Ketiga, terjadi diskriminasi hukum terhadap kelompok Tani Harapan. Pasca kejadian, anggota kelompok Tani yang sudah melaporkan aksi mararah yang terjadi pada 17 Juni 2013, sangat lamban penanganannya dan bahkan dari informasi yang dihimpun oleh PBHI Sumatera Barat pencurian dan perusakan lahan pertanian kelompok tani hingga kini masih terus terjadi.
 
 
Dugaan keterlibatan aparat kepolisian patut dipertanyakan. Sebab sebagai aparatur negara yang bertanggungjawabdalam memberikan perlindungan dan ketentraman masyarakat, sikap aparat yang hadir patut diduga sebagai bentuk praktik diskriminasi hukum dan bentuk backing yang melanggar tugas pokok kepolisian dalam memberikan perlindungan hukum. Dalam Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002 tentang POLRI ditegaskan bahwa “Tugas pokok kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: (a) memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; (b) menegakan hukum, dan (c) memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.
 
 
Dugaan keterlibatan dan sikap pembiaran yang terjadi semakin mencoreng citra kepolisian sebagai garda terdepan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban serta penegakan hukum. Hal ini jelas bertentangan dengan Kode Etik Profesi Polri yang diatur dalam Peraturan Kapolri No. : 14 Tahun 2011. Di mana kode etik profesi Polri tersebut menuntut tegak UUD 1945 dalam mejalan tugas dan fungi pokok kepolisian. Menyikapi hal tersebut, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Sumatra Barat menyatakan:
 
 
1.      Mengutuk aksi mararah dan tidak bertanggungjawab yang diduga dilakukan oleh orang-orang PT. PMJ dan KUD Dasta atas tindakan perusakan penyerobotan lahan,  pencurian sawit; pembakaran rumah dan Mushalla milik kelompok Tani Harapan anak cucu kemanakan Ninik Mamak Nagari Koto Baru dan menyatakan hal itu sebagai pelanggaran  hak konstitusional warga negara;
2.      Meminta kepada pihak kepolisian, khususnya Polda Sumbar untuk menyikapi hal tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku; serta melakukan pengawasan terhadao kemungkinan adanya pengabaian Laporan Polisi yang telah dibuat oleh Korban pada Polres Pasaman Barat;
3.      Mendesak Kapolda Sumbar untuk mengambil langkah hukum terhadap setiap anggota kepolisian yang diduga terlibat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Kode Etik Profesi POLRI;
4.      Mencopot Kapolres Pasaman Barat dan mengusut secara tuntas anggota POLRI yang diduga terlibat dalam aksibacking dalam peristiwa perusakan, pembakaran, pencurian yang telah terjadi di Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat
 
Padang, 16 Juli 2013
 
Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Wilayah Sumatra Barat
Selaku Kuasa Hukum
 
 
 
Erik Sepria, S.HI.
Badan Pengurus PBHI Sumbar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: