Tambang Rakyat Mengambang

Ilustrasi | liputan-kota.com |

Ilustrasi
| liputan-kota.com |

Pemkab Dituding Setengah Hati Perjuangkan WPR

Solsel – Masyarakat Sangir Batang Hari (SBH) hingga kini masih menunggu kejelasan izin usaha pertambangan rakyat. Meski berisiko tertangkap aparat, warga terpaksa tetap menambang emas demi desakan ekonomi.

Pantauan Padang EKspres di kawasan Batanghari Sungaipenuh, Lubuk Ulang-Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan beberapa waktu lalu, sejumlah kapal lantiang terlihat masih beroperasi.

Padahal, sebelumnya Pemkab Solsel telah melarang penambangan emas liar selain menggunakan peralatan tradisional seperti dulang. Bahkan razia besar-besaran pun sempat digencarkan. Alhasil, ancaman yang ditebarkan aparat kepolisian maupun Pemkab seperti gertak sambal saja.

An, 46, warga Sungaipenuh menuturkan, sejak beberapa bulan terakhir ekonomi masyarakat SBH benar-benar terpukul. Saban hari mereka khawatir dan cemas, karena takut tertangkap aparat. Padahal, Batanghari yang mengalir di depan rumah mereka, sudah seperti sawah bagi mereka. Turun temurun dari nenek moyang mereka “menggarapnya” untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kami setuju dengan langkah pemerintah yang akan menetapkan wilayah penambangan rakyat (WPR). Tapi sampai sekarang belum juga ada kejelasan WPR itu. Sedangkan kami di sini takut tertangkap polisi, tapi tetap juga menambang demi kebutuhan hidup,” katanya.

An dan warga lainnya sangat berharap WPR yang dijanjikan pemerintah segera terwujud. Sehingga, mereka dapat mencari nafkah dengan tenang. An membandingkan bila mereka terpaksa beralih pekerjaan dengan menggarap kebun karet. Menurutnya harga karet di kampung mereka sangat jauh dari harga pasaran. “Hanya capek yang dapat. Sekilo hanya Rp 4.000, kalau dijual di sini,” keluhnya.

Tokoh masyarakat setempat, SBH Mahyunar mengungkapkan, hingga saat ini sejumlah ekskavator masih tetap beroperasi. Lokasinya antara lain Mudiakbangko, dan Mudiak­gumanti. “Sampai sekarang WPR tak ada juga titik terang. Ekskavator masih tetap juga beroperasi,” ungkapnya.

Bupati Solsel Muzni Zakaria belum dapat dikonfirmasi tentang perkembangan dan kejelasan WPR yang diajukan ke pemerintah pusat. Dihubungi via telpon selulernya, 081166­221** tidak aktif di SMS tidak dibalas.

Sumber: Padang Ekspres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: