TNKS Dirambah, Aparat Cuek

Foto: Padang Ekspres

Foto: Padang Ekspres

Solsel – Tak hanya kasus illegal mining (tambang liar) yang merajalela di Solok Selatan, illegal logging (pencurian kayu) pun marak. Sejak pemda dan aparat fokus memberantas tambang emas liar, para penjahat lingkungan leluasa merambah hutan dalam beberapa bulan terakhir.

Mirisnya lagi, pembalakan liar terjadi di kawasan hutan lindung dan TNKS (Taman Nasional Kerinci Sebelat), seperti di Kenagarian Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir­jujuan dan di Lubuk Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari.

Direktur Institution Conservation society (ICS) Solok Selatan, Salva Yandri mengatakan telah melaporkan hal itu kepada TNKS, aparat kepolisian dan polisi kehutanan Solsel. Namun, pihak TNKS malah mengatakan bukan termasuk kawasan hutan TNKS. “Sudah jelas pembalakan, mereka katakan kerapuan atau kayu kecil. Saya menyayangkan hal itu,” sesalnya.

Kayu yang dibalak itu sudah diolah. Ratusan kubik jumlahnya. Yakni kayu jenis banio, marsawa, marantiah, timbalan dan lainnya. Ukurannya beragam, rata-rata 25 x 40 M3 dengan panjang 4 meter dan berdiameter 80 hingga 160 diameter.

Tak hanya pembalakan kayu, kawasan hutan lindung dan hutan konservasi juga telah dibuat jalan selebar 5 meter dan panjang sekitar 10 km. Dari keterangan warga Kenagarian Padang Air Dingin, diduga pelakunya pengusaha lokal.

Direktur ICS pun meminta Dinas Kehutanan Solok Selatan mengusut tuntas kasus pembukaan jalan di kawasan hutan lindung tersebut, karena melanggar aturan berlaku.

“Diduga kerugian daerah capai ratusan miliar rupiah, kita minta Kapolres menindak para pelakunya. Illegal logging harus segera dihentikan seiring pemberantasan illegal mining,” harap Salva Yandri.

Salva mempertanyakan lambannya petugas meninjau hutan lindung yang dibalak tersebut. Akibatnya, sekitar 80 kubik kayu olahan pelaku illegal logging raib sebelum aparat kepolisian dan polisi kehutanan tiba ke lokasi.

“Penundaan razia hingga Sabtu kemarin tercium oleh pelaku, diperkirakan Jumat (24/5), 80 kubik kayu ilegal dibawa kabur pelaku,” ujarnya.

Sebelum melakukan patroli, LSM ICS telah mengirim surat kepada petugas TNKS dan polisi kehutanan agar mendampinginya ke lokasi pembakalan. Namun, permohonan itu tidak ditanggapi.

“Ini jelas melanggar UU No 41/1999 tentang pembukaan jalan di hutan lindung dan hutan konservasi maupun pembalakan,” ujarnya kepada Padang Ekspres di Padangaro.

Sementara laporan MY, 46, warga Sangir Batang Hari, bahwa di Lubuk Ulang Aling juga terjadi pembalakan kayu. Kayu tersebut dibawa menuju Pulaupunjung, Dharmasraya. Katanya, pelaku illegal logging tersebut juga pengusaha lokal.

“Sementara itu, di Nagari Pakan Rabaa Kecamatan KPGD sekitar 350 kubik kayu ilegal, masih berada di lokasi hutan. Kayu yang dibalak tersebut juga siap pakai,” ujar Hendru, warga Muaralabuh.

Kepala Dinas Kehutanan Solok Selatan, Tri Handoyo Gunardi ketika dikonfirmasi mengatakan, telah menurunkan polisi kehutanan bersama aparat kepolisian. Namun, dia mengaku belum mendapat informasi soal razia di Padang Air Dingin.

“Begitu juga dengan pembukaan jalan di kawasan hutan lindung, belum satu pun izin yang dikeluarkan,” katanya.

Kapolres Solok Selatan, AKBP Djoko Trisulo berjanji menindak pelaku illegal logging di daerah itu. “Kita akan menangkap pelakunya, karena sudah melanggar aturan yang ada,”jelas Djoko saat jumpa pers di Mapolres Solsel.

Sumber: Padang Ekspres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: