Polres Usut Perambah TNKS

Ilustrasi | Foto: antaranews.com |

Ilustrasi
| Foto: antaranews.com |

Solsel – Kepolisian berjanji mengusut praktik illegal logging yang jadi temuan Institutions Conservation Society (ICS) di kawasan hutan lindung dan hutan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) di Solok Selatan. Rencananya, Kapolres Solok Selatan akan meminta data dan keterangan Direktur ICS Solok Selatan terkait temuan LSM tersebut.

“Kita akan panggil direktur ICS, untuk mendapatkan buktibukti untuk melacak pelaku pembalakan liar itu,” kata Kapolres Solsel, AKBP Djoko Trisulo, didampingi Kasat Reskrim Polres Solsel, AKP Rico Fernanda, kepada Padang Ekspres kemarin (29/5).

Kapolres menyatakan komitmennya menindak pelaku kejahatan lingkungan itu. “Kita akan mengungkap pelaku, setelah bukti-bukti kita dapatkan dari direktur ICS atau dari masyarakat,” terangnya.

Rico Fernanda mengakui saat turun ke lokasi menemui ratusan kubik kayu berbagai jenis yang diduga hasil pembalakan. Kayu tersebut sudah diolah menjadi balok-balok kecil. Diduga kayu itu dikeluarkan melalui jalur sungai di Nagari Padang Air Dingin, Kecamatan Sangirjujuan.

“Untuk selanjutnya, kami harap ICS dapat memberi keterangan untuk memudahkan kita membidik pelaku pembalakan itu. Kami mengapresiasi kinerja ICS. Dan kami harapkan polhut dan petugas TNKS berkoordinasi dengan baik terhadap persoalan ini,” ungkapnya. Direktur ICS Salpayandri menyatakan kesediaannya memberikan keterangan kepada polisi.

Beda Versi

Sayangnya, temuan kayu olahan ilegal di Kenagarian Padang Air Dingin memiliki ragam versi. Semua tim dari setiap instansi terkait memiliki perbedaan soal jumlah kayu yang ditemukan. ICS menyebut jumlahnya 200 kubik, saat ditemukan pertama kali 18 Mei 2013.

Kemudian temuan itu dilaporkan ke aparat kepolisian, Jumat (24/5). Bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan Solok Selatan, petugas TNKS, anggota Polres Solsel, sejumlah anggota ICS turun ke lokasi 25 Mei 2013. Sesampai di lokasi, kayu olahan itu sudah hilang. Versi ICS hilang sekitar 80 kubik. Sekitar 100 kubik sisanya, berada dalam semak kawasan hutan, dan 20 kubik ditemukan di sekitar jalan di kawasan hutan yang diduga dibuka pelaku illegal logging.

Sementara itu, berdasarkan laporan petugas Dinas Kehutanan dan Perkebunan Solok Selatan, kayu yang ditemukan saat tim turun hanya berjumlah 19,9 kubik. Rincian 7,5300 kubik di kawasan hutan lindung, dan 12, 2600 kubik di dalam kawasan TNKS.

Di sisi lain, berdasarkan data dari Dishutbun Solsel, selama 2013 sudah empat kasus illegal logging yang terjadi di daerah itu. Kadis Kehutanan dan Perkebunan Solok Selatan Tri Handoyo didampingi Kabid Perlindungan dan Pengawasan Kawasan Hutan dan Lahan Amdani mengatakan, dari empat kasus tersebut, jumlah kayu olahannya sekitar 24 kubik. Itu semua berada dari hutan lindung dan hutan produksi terbatas.

Sumber: Padang Ekspres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: