Masyarakat Tolak Tambang

Ratusan massa mendatangi kantor Bupati Pasaman | Foto: Padang Ekspres |

Ratusan massa mendatangi kantor Bupati Pasaman
| Foto: Padang Ekspres |

Benny Utama: Izin PT SMB Dikeluarkan Bupati Sebelumnya

Pasaman – Tidak terima dengan aktivitas pertambangan bijih besi yang dilakukan PT Sumber Minera Bersama (SMB) di daerah mereka, ratusan masyarakat Kampung Nan Anam, Nagari Airmanggis dan Sungaipandahan, Nagari Sundata, Keca­matan Lubuksikaping, Pasaman, demonstrasi ke kantor DPRD dan kantor Bupati Pasaman, kemarin (2/5).

Aksi unjuk rasa yang ketiga kalinya itu meminta Pemkab Pasaman menghentikan rencana penambangan bijih besi oleh PT Sumber Mineral Bersama (SMB) di daerah mereka. Warga khawatir aktivitas pertambangan itu akan berdampak bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Ratusan massa itu membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap aktivitas tambang. Antara lain berbunyi “Kami tidak ingin bukit kami ditambang”, “Biarkan hutan kami tetap hijau”, “Kami ingin mendengar kicauan burung di hutan” dan lain sebagainya.

Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Pasaman, TNI, Pol PP tampak berjagajaga mengamankan aksi massa di dua tempat tersebut. Sebelum mendatangi kantor Bupati Pasaman di kompleks GOR Tuanku Rao Lubuksikaping, ratusan massa terlebih dahulu menyampaikan aspirasinya ke DPRD setempat.

Kedatangan mereka disambut Ketua DPRD Pasaman, Syahrizal Yusuf bersama sejumlah anggota lainnya, seperti Erianto, Suharjono, dan Halijar.

Mereka meminta DPRD menolak aktivitas tambang bijih besi di daerahnya. Selain itu, mereka juga meminta Ketua DPRD Pasaman menandatangani surat pembatalan penambangan bijih besi yang telah mereka siapkan. Namun, DPRD Pasaman menolak untuk menandatangani surat penolakan penambangan yang diserahkan massa tersebut.

“Untuk melahirkan sebuah kebijakan atau keputusan tentu harus kita koordinasikan dulu bersama pemerintah daerah. Akan tetapi, kami akan memfasilitasi masyarakat untuk bertemu dengan bapak bupati untuk menyampaikan as­pirasi ini,” kata Syahrizal Yusuf di hadapan ratusan massa.

Mendengar jawaban itu, massa kemudian bergerak ke kantor bupati untuk berorasi dan menyampaikan tuntutan. Dalam orasi tersebut sempat diwarnai kericuhan antara massa dengan petugas.

Di kantor bupati, Pemkab meminta beberapa perwakilan massa berdialog dengan bupati dan unsur muspida guna mencari solusi dari tuntutan yang disampaikan masyarakat terkait penambangan tersebut.

Setelah berdialog dengan sejumlah perwakilan massa, bupati kemudian menemui ratusan massa dan menyampaikan bahwa izin tambang bijih besi itu dikeluarkan pada zaman Bupati Yusuf Lubis pada tahun 2008. Saat itu, izinnya berupa izin eksplorasi.

“Jadi tidak benar kalau saya telah mengeluarkan izin penambangan bijih besi tersebut. Saat ini, tahapannya baru proses sosialisasi Amdal,” jelas Bupati.

Dikatakan Bupati, untuk menerbitkan/mengeluarkan izin tambang ada proses yang harus dilalui. “Salah satunya, sosialisasi Amdal tersebut. Jika proses Amdal itu selesai, layak atau tidaknya keberada­an tambang itu, bupati mesti berkoordinasi dulu dengan DPRD untuk mengkaji dampak sosial, budaya, lingkungan dan lainnya terhadap keberadaan tambang di daerah itu,” ulasnya.

“Nanti akan kita kaji apa manfaat dan mudaratnya bagi masyarakat. Jadi, untuk saat ini, saya tidak bisa memberikan keputusan untuk menolak investor tersebut. Biarkan proses ini berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu, saya minta masyarakat agar bersabar,” tegas bupati.

Bupati menambahkan, jika pemerintah daerah menolak investor, pemerintah daerah bisa dituntut secara hukum atau di-PTUN-kan oleh pihak investor. “Karena itu, biarkan­lah dulu proses ini berjalan sesuai tahapannya,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh kepentingan seseorang yang ingin memanfaatkan momen/situasi ini untuk kepentingan pribadi.

“Tahun ini adalah tahun politik. Jangan sampai kita ditunggangi kepentingan segelintir orang. Mari kita jaga keamanan dan kedamaian daerah kita ini. Sebab, Pasaman dikenal sebagai daerah yang damai, tentram, damai dan aman. Untuk itu, mari kita jaga kekompakan untuk membangun daerah ini kearah yang lebih baik,” ingat bupati.

Usai menyampaikan arahan itu, bupati langsung mendatangi massa untuk bersalaman dan satu per satu massa yang hadir mulai membubarkan diri dengan tertib untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Sumber: Padang Ekspres

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: