Bukan Cuma Hujan, Penebangan Kayu Juga Sebabkan Parahnya Banjir Siberut

Press Release
Yayasan Citra Mandiri Mentawai
Tentang Banjir Siberut

“Bukan Cuma Hujan, Penebangan Kayu Juga Sebabkan Parahnya Banjir Siberut”

Curah hujan yang tinggi bukan satu-satunya penyebab parahnya kejadian banjir yang melanda kecamatan Siberut Selatan, Siberut Utara, Siberut Tengah, Siberut Barat Daya, dan Siberut Barat. Tingginya curah hujan akibat pengaruh iklim makro berakumulasi dengan karakteristik struktur tanah pulau Siberut dan rusaknya tutupan lahan karena berkurangnya tegakan pohon. Struktur tanahnya yang merupakan tanah liat memiliki kemampuan yang rendah menyerap air. Akibatnya air hujan yang turun langsung menjadi aliran larian air di permukaan. Buruknya kondisi tutupan lahan karena berkurangnya tegakan pohon membuat kemampuan tanah untuk menyerap air yang jatuh dipermukaannya semakin rendah, sehingga volume air larian di permukaan tanah pada saat hujan lebat menjadi sangat tinggi. Karena itu rusaknya tutupan lahan akibat berkurangnya tegakan pohon juga menjadi penyebab dari parahnya banjir yang terjadi.

Hal ini didukung dengan fakta-fakta lokasi-lokasi yang terlanda banjir, dimana sungai-sungai yang meluap merupakan sungai-sungai yang daerah hulu dan daerah tangkapan airnya telah mengalami eksploitasi loging pada kurun waktu yang belum terlalu lama. Daerah hulu Sungai Siberut yang menyebabkan banjir di Rogdok, Salappak, Tinambu, Magosi, Muntei dan Maileppet merupakan bekas konsesi PT. CPPS. Pada daerah hulu dan daerah tangkapan air sungai Sikabaluan yang menggenangi Bojakan, Sotboyak, Mongan Poula, Sikabaluan merupakan daerah-daerah bekas konsesi HPH Koperasi Andalas Madani,. Sungai Taileleu yang membanjiri Pei-Pei di Siberut Barat Daya daerah tangkapan airnya pernah menjadi konsesi IPK KSU KOSTAM, KSU KOSUM. Sungai yang menggenangi dusun Simoilaklak dan Sirisurak di Desa Saibi, daerah tangkapan airnya merupakan bagian wilayah konsesi HPH KAM. Di daerah Sigapokna ada KSU Purimanuajat dengan konsesi 700 ha. Di daerah malancan yang salah satu dusunnya juga mengalami banjir, ada bekas konsesi IPK KUD Sikabaluan dan IPK KSU Mitra Sakato dengan luas konsesi IPK 1.200 ha. Selain itu juga ada konsesi IUPHHK PT. Salaki Summa Sejahtera yang sampai saat ini masih aktif beroperasi.

Ini membuktikan bahwa keseluruhan wilayah Pulau Siberut bukanlah wilayah yang bebas dari aktivitas logging. Aktivitas logging di Pulau Siberut baru berkurang dengan pencabutan beberapa izin konsesi HPH pada tahun 1992, bersamaan dengan dimulainya Integrated Protected Area System yang dibiayai oleh Asian development Bank. Bablasnya otonomi daerah sejak tahun 2009, membuat Pulau Siberut kembali dibebani oleh konsesi-konsesi logging baik IPK maupun HPH. Sampai saat ini masih ada satu izin IUPHHK untuk PT. Salaki Suma Sejahtera.

Karena itu banjir ini merupakan reaksi korektif dari alam atas pilihan kebijakan dalam memperlakuan ekosistem Pulau Siberut secara eksploitatif. Saat protes dan koreksi dari pemerhati lingkungan dan pejuang hak-hak Masyarakat Adat Mentawai tidak digubris oleh pembuat kebijakan, maka alam bereaksi sendiri menyampaikan koreksinya. Karena itu setelah banjir ini selesai, Pemda mesti mengajak seluruh stakeholder – termasuk pemerintah pusat untuk mengevaluasi dan merevisi – kebijakan-kebijakannya atas pengelolaan ekosistem Pulau Siberut secara khusus dan kosistem Kepulauan Mentawai secara keseluruhan. Perlu segera difinalkan tata ruang Kepulauan Mentawai yang bertumpu pada pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan dilaksanakan secara konsisten oleh siapapun pengambil kebijakan dan pemanfaat ruang ekosistem Kepualauan Mentawai.

 
Contact Person
Rifai : 081374797855
Best Regard,
Coordinator Advocacy and Campaign
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
Indonesian Forum for Environment
West Sumatera Region
Jln. Beringin IIIa No. 9 Lolong
Ulak Karang – Padang Sumatera Barat
Telp : (0751) 7054673

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: