Tambang Ilegal di Malibo Dihentikan

Ilustrasi Tambang | Foto: koranbanten.com |

Ilustrasi Tambang
| Foto: koranbanten.com |

Beroperasi di Kawasan Hutan Konservasi

Padang – Dua tambang batu krib di Malibo Anai, Padangpariaman dihentikan paksa Tim Terpadu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumbar, Senin (25/3). Tambang liar ini lokasinya bersebelahan dengan hutan konservasi Lembah Anai. Saat penertiban, terlihat satu unit ekskavator dan 10 truk beroperasi mengangkut bahan galian C tersebut.

“Jika tak dihentikan, tambang tersebut akan merusak infrastruktur jalan dan jembatan di sana,” ujar Kepala Pol PP Sumbar, Edi Aradial kepada Padang Ekspres, kemarin (25/3).

Terungkapnya aktivitas penambangan batu krib tersebut, berawal dari kecurigaan Edi Aradial usai menghadiri HUT Pol PP di Padangpanjang, 20 Maret lalu. Saat itu, Edi melihat banyaknya truk keluar masuk mengangkut batu krib di sana.

Edi lalu membentuk tim terpadu yang terdiri dari personel Pol PP Sumbar, Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Dinas Kehutanan Sumbar, Badan Pengelolaan Dampak Lingkungan, Biro Hukum, Dinas Prasjal dan Tarkim Sumbar.

25 personel anggota menghentikan aktivitas penambangan di perbatasan Padangpariaman dan Tanahdatar serta kawasan Malibo Anai. “Setiap lima menit sekali, truk keluar masuk mengangkut bahan galian C,” ucapnya.

Dari informasi yang didapatkan dari para penambang, diketahui bahwa penambangan itu dilakukan PT AK. Aktivitas penambangan telah dilakukan sebulan belakangan.

“Awalnya, mereka bilang telah mengantongi izin melakukan penambangan. Namun setelah kami cek kepada Pemkab Padangpariaman, ter­nyata izin usaha penambangan PT AK belum keluar. Memang, PT AK telah mengajukan permohonan izin kepada Pemkab Padangpariaman, tapi pemkab belum mengeluarkan izin,” ucap Edi Aradial.

Kendati belum ada izin, PT AK tetap melakukan aktivitas penambangan dengan alasan telah diizinkan pemilik tanah ulayat. Namun, setelah dicek koordinatnya, kawasan yang ditambang itu masuk dalam hutan konservasi Lembah Anai.

“Kita sudah ingatkan PT AK dan orang yang mengaku telah memiliki tanah ulayat itu. Untuk tahap awal, kita buatkan surat perjanjian kepada keduanya untuk tidak mengulangi perbuatannya. Jika masih menambang, kita serahkan ke aparat hukum. Surat perjanjian telah ditandatangani di atas segel,” tegasnya.

Menurut Edi, perusahaan yang melakukan penambangan batu tersebut, adalah pemenang tender pemasangan batu krib di Pantai Padangpariaman. Meski begitu, lokasi tersebut tidak boleh dilakukan penambangan karena dapat merusak ketahanan tanah di lokasi sekitarnya. “Jika kita biarkan, akan terjadi longsor,” tuturnya.

Edi yakin izin usaha penambangan tidak akan dikeluarkan Pemkab Padangpariaman, karena area yang dimohonkan adalah kawasan hutan konservasi alam.

Sumber: Padang Ekspres • Selasa, 26/03/2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: