Takut Dirazia, Pendulang Memilih Pulang

Ilustrasi pendulang emas| Foto: hariansinggalang.co.id |

Ilustrasi pendulang emas
| Foto: hariansinggalang.co.id |

Solsel – Penambang illegal mulai mengeluarkan ekskavator di sejumlah titik lokasi tambang emas, di sepanjang aliran Batang Hari. Hal itu tidak terlepas dari rencana tim terpadu Pemkab Solsel, yang akan bertindak tegas terhadap para pelaku illegal mining, Senin (18/3) ini.

Pantauan POSMETRO kemarin, sudah puluhan mobil tronton untuk membawa ekskavator masuk ke Solsel. Malahan, mobil yang telah disewa itu, masih ada yang menunggu jemputan yang telah dijanjikan si penyewa. “Kami mau menjemput ekskavator ke Solsel. Sekarang masih menunggu kabar dari pemesan, kapan akan berangkat,” ujar sopir tronton yang mengaku bernama Al, kepada POSMETRO, kemarin.

Sejumlah truk tronton terlihat standby di tepi jalan di Padangaro. Sejak Kamis (14/3), kendaraan pembawa alat berat memang sudah terlihat mulai membawa alat berat keluar dari Solsel. Ekskavator yang dibawa tersebut, terlihat kotor dari tanah dan pasir. Alat berat itu terdiri dari berbagai merek seperti Kobelco, Komatsu dan Hitachi.

“Mobil pembawa alat berat ini melintas malam hingga dinihari. Sedangkan siang hari tidak banyak,” sebut warga Muarolabuah, Hendri.

Sementara, informasi yang didapat dari seorang pendulang emas di Lubuak Ulang Aliang, Kecamatan Sangir Batang Hari, DN, alat berat masih berada di tiga titik lokasi penambangan yakni Lubuk Ulang Aliang Selatan, Lubuak Ulang Aliang Tangah dan Induk. Akan tetapi, alat berat sudah tidak beroperasi.

Selain di Kecamatan Lubuak Ulang Aliang, daerah yang banyak aktivitas penambangan emasnya adalah di Muko-muko Kandih, Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) serta Muaro Batang Bangko, Kecamatan Sangir. “Tapi ada juga kabar yang menyebut ekskavator disembunyikan di dalam tanah. Dimana, alat berat ini menggali sendiri tanah, lalu dimasukan ke dalamnya. Lubang tersebut lalu ditutupi dengan kayu dan tanah sehingga tidak kelihatan dari luar,” jelas pendulang emas di Lubuak Ulang Aliang yang meminta namanya tak disebutkan. Ia juga mengaku banyak pendulang ketakutan, karena dikabarkan ada razia besar-besara dari Pemkab dan aparat berseragam.

Demo Bupati

Pada Senin ini, rencananya Masyarakat Dompeng Anak Kemenakan Niniak Mamak Rantau 12 Koto, Kabupaten Solok Selatan (MDAKNMR12K-SS), berdemo ke kantor bupati menuntut percepatan Izin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR) dikeluarkan. Diperkirakan, ada ratusan massa mendatangi bupati terkait illegal mining yang meruyak di Solsel.

“Pendemo sudah mengurus Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) demo ke kantor bupati Solsel. Masyarakat akan mendatangi kantor bupati, dengan mengendarai sepeda motor dan mobil, berkonvoi,” kata Kapolres Solsel, AKBP Djoko Trisulo.

Untuk mengantisipasi tindakan anarkis, kepolisian sudah mengimbau perwakilan demonstran, agar tidak bertindak merusak dan memicu adanya kericuhan. Penyampaian aspirasi diminta dilakukan dengan damai. Di samping itu, untuk pengamanan Polres Solsel telah menyiapkan sekitar 230 personil yang dibantu Polda Sumbar, Dandim 0309 dan Satpol PP Solsel.

Sumber: posmetropadang.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: