Bupati Solsel Geram

Muzni Zakaria Bupati Solok Selatan

Muzni Zakaria Bupati Solok Selatan

Illegal Mining masih Beroperasi

Solsel – Bupati Solok Selatan (Solsel) Muzni Zakaria benar-benar geram usai mendapat kabar masih beroperasinya illegal mining (penambangan liar). Dia mengecam penjahat illegal mining pembeking dan cukong tambang liar.

”Saat ini Solok Selatan terkenal dengan penjahat illegal mining, terutama pembiaran alat berat dibeking oknum beragam jenis dan pangkatnya. Baik tingkat daerah, provinsi, hingga tingkat pusat. Kerugian daerah mencapai puluhan triliun. Karena sudah ratusan ton emas selama tiga tahun dikuras,” tegas Muzni Zakaria, saat sosialisasi wilayah pertambangan rakyat (WPR), di aula Kantor Bupati Solsel, kemarin (15/3).

Bayangkan, tambahnya, sekitar Rp 9,72 triliun hasil bumi Solsel dicuri tiap tahun. Bila uang sebesar itu dimanfaatkan untuk pembangunan, Solsel akan menjadi daerah maju di Sumbar. Sebab hasil emas yang dicuri penambang liar, sangat besar dari APBD Solsel 2013 sekitar Rp 560 miliar, maupun APBD Sumbar Rp 3,2 triliun,” ingatnya.

Muzni bersama tim Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kota (SK4), bertekad tak akan berhenti mengupas tuntas isu strategis telah merambah ke nasional. Soal perampokan hak daerah dan negara, menjarah kekayaan alam, dan merusak lingkungan. ”Para cukong ini, lebih banyak dari wakil rakyat di Sumbar, luar biasa,” ujar bupati blak-blakan di depan puluhan tokoh masyarakat dan wali nagari se-Solsel.

Sangat menyedihkan lagi, tambahnya, tidak satu pun hasil bumi masuk ke pendapatan asli daerah (PAD) Solsel. Kondisi ini jelas merugikan masyarakat banyak. ”Jalan rusak, jembatan rusak, lingkungan rusak, akibat dirusak trailer, truk dan alat berat, hasil bumi pun digaruk sedalam-dalamnya,” ulas Muzni.

Seluruh perusahaan belum berizin baik izin pinjam pakai kawasan hutan maupun izin lainnya, kata Muzni, harus cabut izinnya dan dibumi-hanguskan. ”Selama ini seolah-olah emas di daerah ini miliknya DPD RI, DPR RI dan DPRD. Bila memang berpihak ke rakyat, tolong benar-benar menjadi wakil rakyat memperjuangkan rakyat. Serta, bersama-sama perjuangkan izin wilayah pertambangan rakyat ke Kemen ESDM, agar kegiatan penambangan legal (memiliki payung hukum),” katanya.

Izin pertambangan rakyat (IPR) dasarnya izin WPR. Jadi, tambahnya, sebelum keluar izin WPR, IPR tidak bisa dibuat peraturan bupati (Perbup)-nya atau diberi payung hukum. Karena, dapat melanggar keten­tuan hukum yang ada. Ratusan hektare kawasan hutan tambang liar di Kecamatan Sangir, Sangir Balai Janggo, Sangir Batang Hari, KPGD, dan Sei Pagu, belum satu pun izin dari Kementerian ESDM. ”Kita berharap wakil rakyat di pusat, perjuangkan WPR untuk masyarakat,” harapnya.

Saat ini, katanya, WPR sedang diusulkan ke Kemen ESDM. ”Kita usulkan WPR ke pemerintah pusat, kita perlu mendesak bersama-sama wakil rakyat kita. Sedetik pun kita tidak boleh menyerah,” ingatnya. Kepala Dinas ESDM Solsel, Yulian Efi mengatakan, pemerintah daerah belum meng­izinkan penambangan akibat izin WPR belum ada.

Tokoh masyarakat solsel, Mahyunar Katik Ipi mendukung sikap tegas tim terpadu menghentikan illegal mining. Bila penambangan dihentikan, aktivitas investor masih menjarah emas saat ini harus dihentikan juga. Bila tidak, akan memicu polemik di masyarakat nantinya. ”Jangan ada lagi tebang pilih, cobalah hukum itu sentuh oknum pejabat, polri dan TNI pembeking itu. ”Pak Bupati, jangan ada dusta di antara kita. Komitmen bapak kami pegang. Bila keadilan itu ada, kupas tuntas bos besarnya,” tegasnya. Menurutnya, saat ini masih ada alat berat beroperasi di areal pertambangan.

Terpisah, sebanyak 150 orang pengusaha dompeng bergabung dalam kelompok Masyarakat Dompeng Anak Kemenakan Ninik Mamak Rantau 12 Koto Kabupaten Solok Selatan, membulatkan tekad demo damai. Surat pemberitahuan aksi demo damai bernomor 04/MDAKNR12-SS/03-2013 dilaksanakan 18 Maret 2013, sudah masuk ke Mapolres Solsel dengan bukti Surat Tanda Terima (STTP) Nomor 01/III/2013/Intelkam.

Syahrial ditulis sebagai penanggung jawab aksi, dan Josra Wirman koordinator lapangan. Mereka berkumpul di Simpang Tiga Pasar Padang Aro, menuju kantor Bupati Solsel di Timbulun, dan dilanjutkan menuju kantor DPRD Solsel di Golden Arm.

Matangkan Persiapan

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mematangkan rencana pembentukan tim terpadu penertiban tambang ileggal. Saat ini proses pembentukan tim terpadu telah mengarah pada pembentukan struktur tim terpadu. Ada pun tiga struktur tim terpadu telah terbentuk adalah tim pengarah, sekretariat dan satgas. Tim terpadu ini sedianya turun ke lokasi aktivitas penambangan liar tersebut, Rabu (20/3) mendatang.

”Karena urgensinya persoalan ini, seluruh asisten kita kumpulkan untuk menghadiri rapat ini. Rapat kami laksanakan melibatkan seluruh unsur dan Satuan Kegiatan Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Sumbar. Alhamdulillah, sekarang strukturnya telah ada,” ujar Sekprov Sumbar Ali Asmar kepada wartawan saat konferensi pers, usai rapat tertutup, di lantai II Kantor Gubernur Sumbar, kemarin (15/3).

Tim pengarah terdiri dari unsur muspida atau jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopinda) se-Sumbar. Sedangkan sekretariat tim terpadu berada di bawah Setprov Sumbar, sekretariat ini terdiri dari Dinas Pengelolaan Sumberdaya Alam, Badan Pengendali Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda), Dinas Kehutanan, dan Satpol PP dan Linmas. Sedangkan satgas terbagi dalam empat tim yakni, tim pendataan dan sosialisasi, penataan dan pengawasan perizinan, penertiban dan penindakan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

”Tim bersifat permanen. Rencana awal, pembentukan tim ini hanya untuk penertiban tambang ilegal di Solok Selatan. Namun dalam rapat tadi disepakati, tim ini untuk seluruh Sumbar.Cuma saja, karena permintaan penertiban dilakukan Pemkab Solsel, makanya kita fokuskan ke itu dulu,” ucapnya.

Sumber: Padang Ekspres • Sabtu, 16/03/2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: